MAKLUMAT — Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) KH Mukmin Sidoarjo menggelar perhelatan akbar “Special Day” bertema “Seni Beraksi, Budaya Lestari, Bumi Terjaga“, pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang melibatkan seluruh murid dan menjadi panggung kolosal untuk unjuk bakat, pelestarian budaya Nusantara, sekaligus aksi nyata mencintai lingkungan.
Kepala MINU KH Mukmin Sidoarjo, Anis Faridah MPd, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang selaras dengan visi madrasah yang mendidik berlandaskan nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja), yakni menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran lingkungan sejak dini.
Menurutnya, Special Day tahun ini benar-benar menjadi ruang bebas bagi anak-anak untuk mengekspresikan potensi terbaik mereka. Selama satu tahun terakhir, kata dia, para siswa telah mengasah minat dan bakat mereka melalui program ekstrakurikuler madrasah.
Dalam momentum ini, seluruh ekstrakurikuler yang ada di MINU KH Mukmin Sidoarjo turut ambil bagian menampilkan hasil pembelajarannya. Mulai dari seni pertunjukan hingga keterampilan khusus ditampilkan dengan memukau, memberikan kepercayaan diri bagi para siswa, bahwa bakat mereka diapresiasi secara luar biasa oleh sekolah dan orang tua.
Kemeriahan semakin memuncak saat para murid tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai penjuru Indonesia. Keberagaman budaya Nusantara mengangkat tiga provinsi menjadi ikon utama pada perayaan kali ini, yakni Sulawesi Selatan, diwakili oleh keelokan dan keunikan pakaian adat Bugis; Sumatra Barat, diwarnai dengan keanggunan pakaian adat Minangkabau; dan Jawa Timur yang menampilkan kegagahan dan kesantunan pakaian adat khas Jawa Timuran.
Tidak sekadar visual, para pengunjung yang ingin berselancar mengetahui informasi lebih dalam mengenai adat, tari-tarian, hingga makanan khas dari daerah Sulawesi Selatan cukup melakukan pemindaian (scan) barcode yang telah disediakan panitia di lokasi acara. Sebuah perpaduan canggih antara edukasi budaya tradisional dan teknologi modern.
Menemani kemeriahan panggung seni, kegiatan Market Day juga digelar dengan antusiasme yang luar biasa tinggi dari para wali murid. Di sinilah siswa-siswi kelas 3, 4, dan 5, berkolaborasi hebat dengan para orang tua mereka mendirikan stan khusus yang menyediakan aneka makanan tradisional.
“Ada tiga terobosan menarik dalam bazar Market Day kali ini, pertama transaksi digital modern. Seluruh proses jual beli di bazar sudah memanfaatkan digitalisasi. Anak-anak diajarkan mempraktikkan langsung proses transaksi digital dengan teman-temannya,” kata Anis Faridah.
“Hal ini dinilai sangat efektif membuat siswa lebih tertarik dan melek terhadap kemajuan teknologi finansial saat ini. Kedua, komitmen kuat Green School (bebas plastik) sesuai sub-tema “Bumi Terjaga”, kami mewajibkan penggunaan bahan kemasan makanan yang ramah lingkungan,” sambungnya.
MINU KH Mukmin, lanjut Anis, berkomitmen penuh menerapkan gerakan no plastic (bebas plastik) di area madrasah, ketiga pembentukan karakter mulia. Selain belajar berwirausaha secara jujur, kreatif, dan mandiri, anak-anak secara ketat dibiasakan untuk menerapkan budaya antre serta menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya secara tertib.
Di sisi lain, Desy—salah satu wali murid—mengaku sangat bangga dan terharu melihat perkembangan anaknya.
“Melalui program edukatif seperti ini, kami berharap anak-anak MINU KH Mukmin Sidoarjo tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mandiri, jujur, mencintai budayanya, sekaligus tetap menjaga lingkungan sekitar agar bersih, sehat, dan bermanfaat bagi semua,” ungkap Desy dengan raut bangga.***
(Sam Arif / Kholid)











