Survei Muda Bicara: Sektor Pendidikan Raih Tingkat Kepuasan Tertinggi

Sektor pendidikan dan transformasi digital menjadi sektor yang meraih tingkat kepuasan publik tertinggi, dalam survei yang dilakukan platform Muda Bicara ID. (Ilustrasi: SS MudaBicaraID)

MAKLUMAT — Sektor pendidikan menjadi sektor yang meraih tingkat kepuasan tertinggi dalam hasil survei yang dilakukan Muda Bicara ID, sebuah platform berbasis kelompok muda dalam isu-isu politik, sosial, kebijakan, dan demokrasi.

Survei Nasional Muda Bicara ID Q1 2026 yang dilakukan pada periode 1-30 Maret 2026 tersebut melibatkan 800 responden dari kalangan anak muda Indonesia berusia di kisaran 17-40 tahun, dengan margin of error (MoE) ±5% dan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

Berdasarkan survei tersebut, sektor pendidikan mendapatkan tingkat kepuasan sebesar 64,13%, menjadikannya yang tertinggi di antara sektor-sektor lainnya.

Di bawah pendidikan, sektor transformasi digital meraih tingkat kepuasan sebesar 60,02%, disusul pertahanan nasional (59,94%), sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif (57,50%), sektor lingkungan dan perubahan iklim (53,58%), serta sektor ekonomi nasional di angka 53,19%.

Dalam keterangan rilisnya, Muda Bicara ID menilai bahwa tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah di sektor pendidikan dan transformasi digital, mengindikasikan bahwa upaya pemerintah dalam kebijakan-kebijakan pendidikan serta literasi dan infrastruktur digital.

“Kebijakan-kebijakan pendidikan dan literasi digital, dan infrastruktur internet dianggap berhasil dan relevan dengan kebutuhan anak muda di tahun 2026,” tulis Muda Bicara ID, dikutip Selasa (28/4/2026).

Baca Juga  Penerimaan Publik atas Program Kemendikdasmen Tinggi, Literasi Jadi Tantangan

Kuatnya kepuasan publik di dua sektor tersebut dipengaruhi oleh program-program kementerian terkait, seperti program revitalisasi satuan pendidikan yang digarap Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ataupun kebijakan aturan pembatasan akses internet pada anak di bawah usia 16 tahun yang diterapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Sebaliknya, isu ketenagakerjaan dan lapangan kerja menjadi yang paling rendah dengan tingkat kepuasan publik hanya di angka 46,40% dan tidak puas sebanyak 53,60%.

“Isu ketersediaan lapangan kerja menjadi ‘lampu kuning‘ paling terang yang perlu segera diintervensi oleh kebijakan pemerintah di kuartal mendatang,” tandasnya.

Hasil survei tersebut diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pengambil kebijakan dan mendorong peningkatan partisipasi politik generasi muda yang lebih berkualitas.