Update Banjir Jakarta: 125 RT Terendam, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

Banjir Jakarta

MAKLUMAT — Hujan masih berpotensi mengguyur Jakarta sepanjang Jumat (23/1/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang terjadi sejak pagi hingga malam hari.

BMKG mencatat suhu udara Jakarta berada di kisaran 23–28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 75–97 persen. Sejak pagi, hujan ringan membasahi seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu. Memasuki siang hingga malam hari, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan meluas di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Merespons kondisi tersebut, BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini waspada cuaca ekstrem untuk periode 21–27 Januari 2026. BPBD memperkuat kesiapsiagaan personel, sarana, dan prasarana, serta meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

Peringatan ini merujuk pada prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan ringan hingga lebat di sejumlah wilayah ibu kota. Kondisi tersebut berpotensi memicu genangan, banjir, dan gangguan aktivitas masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Ia menegaskan koordinasi lintas perangkat daerah berjalan intensif.

“Koordinasi lintas perangkat daerah terus dilakukan, termasuk dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta aparatur kewilayahan. Kami memastikan sistem pengendalian banjir dan penanganan darurat berjalan optimal,” ujar Isnawa dikutip dari Berita Jakarta, Jumat (23/1).

Baca Juga  Peringatan Dini BMKG: Hujan Deras Diprakirakan Guyur Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek

BPBD juga mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Isnawa meminta warga melakukan mitigasi mandiri dengan menyiapkan payung atau jas hujan, tas siaga bencana, serta rutin memantau informasi cuaca dan tinggi muka air melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia menekankan peran aktif warga sangat membantu percepatan penanganan di lapangan. “Partisipasi masyarakat dalam melaporkan potensi genangan atau banjir sangat membantu petugas,” katanya.

125 Masih Terendam Banjir

Dampak hujan sudah terlihat di lapangan. Hingga Jumat (23/1/2026) pukul 07.00 WIB, BPBD DK Jakarta mencatat 125 RT dan 14 ruas jalan di Jakarta masih tergenang air. Genangan muncul akibat curah hujan tinggi yang disertai luapan sejumlah kali, antara lain Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Mampang, Kali Ciliwung, dan Kali PHB Sulaiman.

Wilayah terdampak terluas berada di Jakarta Selatan (55 RT) dan Jakarta Barat (38 RT). Genangan juga melanda Jakarta Timur (30 RT) dan Jakarta Utara (2 RT). Ketinggian air bervariasi 15 hingga 150 sentimeter, merendam permukiman dan menghambat aktivitas warga.

BPBD mengerahkan personel untuk memantau genangan, melakukan penyedotan, memastikan saluran air berfungsi, serta menyalurkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. BPBD menargetkan genangan surut secepatnya.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Mengancam Pilkada Serentak 2024 di Jawa Timur

Masyarakat diminta tetap siaga. Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan 112 yang beroperasi 24 jam non-stop dan bebas pulsa.