MAKLUMAT — Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea mengunjungi lima bayi yang lahir tepat pada 23 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan di RS Siti Khadija, RSUD Aloei Saboe, dan RS Bunda pada Jumat (23/1/2026).
Kelahiran lima bayi tersebut bertepatan dengan Hari Patriotik Gorontalo. Oleh karenanya, bagi Wali Kota Adhan, kelahiran tersebut adalah hal yang istimewa bagi sang bayi serta keluarga mereka.
Ia turun langsung mengunjungi para bayi dan ibunya di sejumlah rumah sakit. Dari total lima bayi, tiga lahir di RS Aloei Saboe, sementara masing-masing satu bayi lahir di RS Bunda dan RS Siti Khadija.
Dalam kunjungan itu, Wali Kota Adhan menyerahkan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi atas kelahiran yang bertepatan dengan hari bersejarah bagi Gorontalo.
“Memang kemarin saya sudah bilang, siapa yang melahirkan tepat tanggal 23 Januari, akan kita kunjungi dan kita kasih hadiah apa adanya,” ujar Wali Kota Adhan, melansir laman resmi Pemkot Gorontalo.
Menurutnya, seluruh bayi dan ibu berada dalam kondisi sehat. Bahkan, meski ada orang tua yang sudah memiliki anak sebelumnya, kebahagiaan tetap terasa karena kelahiran kali ini memiliki makna tersendiri.
Wali Kota Adhan juga memastikan akta kelahiran seluruh bayi langsung diurus oleh pemerintah, sehingga orang tua tidak perlu lagi mengurus administrasi secara terpisah.
Dalam kunjungannya, ia juga berpesan agar Hari Patriotik tidak boleh berhenti pada seremoni atau sekadar cerita dari tahun ke tahun. Harus ada wujud nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat..
Ia berharap ke depan, momen seperti ini bisa dikemas lebih berkesan dengan melibatkan keluarga para bayi, sehingga nilai historis dan emosional Hari Patriotik benar-benar hidup di tengah masyarakat. Pemkot Gorontalo ingin memastikan bahwa Hari dapat terus hadir dalam peristiwa nyata kehidupan warganya.
“Jangan 23 Januari cuma cerita. Kita harus tunjukkan dalam bentuk implementasi, supaya berkesan dan diingat orang,” tandasnya.
Hari Patriotik Gorontalo
Hari Patriotik Gorontalo diperingati setiap tanggal 23 Januari sebagai momen bersejarah kemerdekaan rakyat Gorontalo dari penjajahan. Peristiwa ini terjadi pada 23 Januari 1942, di mana rakyat Gorontalo berhasil mengusir penjajah Belanda dan memproklamasikan kemerdekaan, tiga tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Perjuangan ini dipimpin oleh Nani Wartabone, yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional bersama Kusno Danupoyo, yang dikenal oleh rakyat setempat sebagai “Dwi Tunggal” dari tanah Sulawesi. Pada hari itu, bendera Belanda diturunkan dan diganti dengan bendera Merah Putih di depan Kantor Pos Gorontalo, disertai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pada 23 Januari 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyelenggarakan upacara peringatan Hari Patriotik ke-84. Semangat dari hari bersejarah ini juga menjadi inspirasi bagi deklarasi pembentukan Provinsi Gorontalo yang dilakukan pada tanggal yang sama di tahun 2000 silam.














