Dokumen Epstein Tunjukkan Keterlibatan Zionis dalam Blokade Qatar

MAKLUMAT — Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman menilai dokumen Epstein memuat isu yang melampaui kasus pedofilia dan pesta seks. Ia menyebut sebagian dokumen itu mengarah pada dugaan keterlibatan Zionis dalam blokade terhadap Qatar pada 2017–2021 melalui Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

“Dokumen Epstein tidak cuma soal pedofilia dan pesta seks. Ada yang menunjukkan bukti konklusif bahwa Zionis bertanggung jawab atas blokade terhadap Qatar pada 2017–2021, bekerja melalui tangan Saudi dan Uni Emirat Arab,” katanya.

Dina menyampaikan pandangan tersebut melalui akun X pribadinya @dina_sulaeman, Selasa (3/2/2026). Ia menjelaskan tekanan terhadap Qatar muncul karena sikap politik Doha yang tidak sepenuhnya sejalan dengan Israel.

Ia menilai blokade itu bukan sekadar pembatasan ekonomi, melainkan juga disertai ancaman keamanan dan tekanan finansial yang berulang terhadap Qatar.

“Emir Qatar sejauh ini menolak tunduk sepenuhnya kepada Israel. Akibatnya, Qatar diblokade Saudi, UEA, dkk. Qatar hampir dua kali diserbu dalam tiga tahun oleh pasukan Emirat dari perbatasan Saudi. Qatar juga mengalami pemerasan uang tunai,” ujarnya.

Menurut Dina, Qatar mampu bertahan karena kombinasi keputusan politik internal dan dukungan eksternal. Ia menyebut kepemimpinan Qatar memilih tidak menyerah meski menghadapi risiko besar bagi keberlangsungan negara.

Baca Juga  Iran Luncurkan Rudal ke Pangkalan Militer AS di Qatar

Ia juga menyoroti peran Iran dan Turki yang membuka wilayah udara, mengirimkan pasokan kebutuhan pokok, serta menawarkan perlindungan militer dari upaya invasi UEA.

Selain itu, Dina menyinggung adanya jalur komunikasi tertutup antara Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat saat itu, Rex Tillerson, yang berkontribusi menahan rencana eskalasi hingga blokade berakhir pada 2021 melalui perjanjian Saudi–Qatar.

Kendati demikian, Dina menilai Qatar juga tidak sepenuhnya bersih dalam dinamika konflik kawasan. Ia mengingatkan adanya jejak dukungan rezim Qatar terhadap kelompok bersenjata di Suriah yang tidak bisa dihapus.

Ia merujuk pada pengakuan terbuka mantan Menteri Luar Negeri Qatar yang menyebut keterlibatan negaranya dalam proyek penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah mendapat bujukan dari Arab Saudi.

“Tapi, lumayan, minimalnya rezim Qatar sedikit berani melawan dan saling bantu dengan Iran. Itulah sebabnya, di saat sulit, Iran juga mau membantu,” tandasnya.​