Tanam Durian di Lahan 12 Hektare, Muhammadiyah Karang Penang Mulai Ikhtiar Besar untuk Kemandirian Umat

Tanam Durian

MAKLUMAT — Matahari siang menggantung tepat di atas Karang Penang, Kabupaten Sampang, Ahad (15/2/2026). Udara hangat, tanah sedikit kering, dan di sebuah lahan yang sudah dibersihkan, beberapa lubang tanam telah menunggu.

Satu per satu tamu datang. Di halaman Sekretariat PCM Karang Penang, panitia menyambut dengan pengalungan bunga. Suasana cair. Salam bersahutan. Obrolan ringan bercampur tawa. Siang itu bukan hanya acara seremonial—tetapi awal dari proyek besar yang disiapkan Muhammadiyah setempat.

Setelah silaturahmi dan makan siang bersama, rombongan bergerak menuju lokasi penanaman. Mobil berhenti di tepi lahan. Dari kejauhan terlihat deretan bibit durian sudah disusun. Beberapa warga berdiri menunggu, sebagian memegang cangkul, sebagian lagi menyiapkan air untuk penyiraman pertama.

Prosesi dimulai sederhana. Tanah digali, bibit dimasukkan, lalu ditimbun perlahan. Tepuk tangan kecil terdengar setiap satu pohon selesai ditanam. Kamera ponsel sesekali terangkat. Dokumentasi berjalan, tetapi suasana tetap terasa gotong royong, bukan formalitas kaku.

Bibit durian yang ditanam merupakan bantuan PWM Jawa Timur kepada PCM Karang Penang—bagian dari gerakan penghijauan sekaligus strategi membangun ekonomi umat berbasis potensi lokal.

Ketua PCM Karang Penang, R. Dhahibur Rahman Bahmas, berdiri di dekat salah satu lubang tanam ketika menyampaikan harapannya. Ia menyebut lahan yang sudah disiapkan bersama mitra mencapai sekitar 12 hektare. Namun jumlah bibit masih jauh dari kebutuhan.

Baca Juga  Hidup di Gubuk Reyot, Dua Nenek Viral Akhirnya Terbantu Uluran Muhammadiyah

Targetnya tidak kecil: sekitar 1.500 pohon durian. “Ini bagian dari Gerakan Istimewa Kebangkitan Muhammadiyah Kabupaten Sampang. Kami berharap Lazismu di semua tingkatan bisa ikut mendukung agar program ini benar-benar berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Di sekitar lokasi, para tokoh yang hadir tampak ikut menanam atau menyiram bibit. Hadir di antaranya Dr. Khamim dari Ditjen Dikdasmen Kemendikdasmen RI, Ketua Lazismu Jawa Timur Aditia Yudono, Ketua PDM Sampang Ust. Mugni Muda, Kapolsek Karang Penang Iptu Dwi Abdillah, unsur MUI, Dewan Masjid, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran mereka membuat kegiatan ini terasa seperti pertemuan lintas elemen—pemerintah, ulama, persyarikatan, dan warga—di satu titik yang sama: lahan tanam. Bagi PCM Karang Penang, menanam durian bukan sekadar program pertanian. Ini adalah dakwah sosial yang punya horizon panjang.

Durian membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum berbuah. Tetapi justru di situlah maknanya: kesabaran, perawatan, dan kerja bersama. Panitia memastikan pohon yang sudah ditanam tidak akan ditinggal begitu saja. Akan ada pemantauan, perawatan rutin, dan pengembangan lanjutan hingga lahan terisi penuh.

Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan foto bersama, lalu rombongan melanjutkan kunjungan ke Masjid Dakwah Kabupaten Sampang. Di belakang mereka, bibit-bibit kecil tetap berdiri.

Baca Juga  Soroti Massa Geruduk Kantor PCM Karangpenang, Suli Da'im Ajak Semua Pihak Menahan Diri

Belum tinggi. Belum berbuah. Namun di tanah Karang Penang, siang itu, Muhammadiyah baru saja menanam sesuatu yang lebih dari sekadar pohon: sebuah rencana jangka panjang untuk kemandirian umat.***