PKS Minta Rencana Prabowo Bangun 10 Universitas Baru Dikaji Ulang

PKS

MAKLUMAT — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Abdul Fikri Faqih meminta pemerintah mengkaji ulang rencana Presiden Prabowo Subianto membangun 10 universitas baru. Kajian perlu dilakukan agar rencana tersebut tidak berdampak pada penurunan mutu pendidikan tinggi nasional.

Kendati demikian, legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan dukungannya terhadap komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin.

“Tentu kita senang bila Presiden juga memperhatikan sampai pendidikan tinggi. Hanya memang bila ada rencana membuka 10 perguruan tinggi khusus, tim pelaksana di lapangan harus benar-benar cermat dan berhati-hati dalam merealisasikannya,” kata Fikri dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Fikri menyarankan pemerintah lebih dulu mempertimbangkan akuisisi atau penggabungan kampus yang sudah ada sebelum mendirikan perguruan tinggi baru. Menurutnya, pendirian kampus baru sebaiknya menjadi opsi terakhir.

Ia menilai langkah kehati-hatian diperlukan karena jumlah perguruan tinggi di Indonesia saat ini sudah sangat banyak, diperkirakan mencapai lebih dari 4.600 hingga 6.400 kampus. Jumlah tersebut disebut tiga kali lebih banyak dibandingkan China, meski populasi negara itu jauh lebih besar.

Selain itu, dari ribuan kampus tersebut hanya sekitar 56 perguruan tinggi yang memiliki akreditasi unggul. Kondisi ini, kata Fikri, menunjukkan masih banyak mahasiswa berpotensi dirugikan oleh rendahnya mutu institusi pendidikan.

Baca Juga  Tanpa Impor, Produksi Beras 2025 Pecah Rekor: CBP Indonesia Tertinggi dalam 18 Tahun

Meski memberi catatan kritis, Fikri tetap mengapresiasi perhatian Presiden terhadap masa depan pendidikan nasional, termasuk melalui program Sekolah Rakyat bagi masyarakat desil satu hingga empat serta Sekolah Garuda untuk siswa berprestasi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan 10 universitas baru yang difokuskan pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi guna mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis nasional.

Dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Presiden juga mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk bekerja sama membangun kampus berstandar internasional di Indonesia.

Pemerintah menargetkan universitas-universitas tersebut mulai menerima mahasiswa pertama pada 2028, dengan skema beasiswa penuh, pengantar bahasa Inggris, serta dukungan rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus.***