MAKLUMAT — Puncak arus mudik Idulfitri 1447 hijriah diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Korlantas Polri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas one way nasional dan sepenggal KM 70–263 di Trans Jawa, untuk mengurai kepadatan kendaraan dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan kepadatan kendaraan mulai terpantau di sejumlah titik, seperti KM 29, KM 57, dan KM 70 arah keluar Jakarta.
“Kami telah berkoordinasi dengan stakeholder, termasuk Menteri dan Dirut Jasa Marga. Akan dilakukan sosialisasi penerapan one way sepenggal tahap pertama dari KM 70 sampai KM 263,” ujar Agus dikutip dari laman Korlantas Polri, Selasa (17/3/2026).
Menurut Agus, rekayasa ini diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama saat puncak arus mudik.
Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret 2026
Korlantas juga menyiapkan skema one way nasional yang akan diberlakukan pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan hari keenam Operasi Ketupat. “Puncak arus mudik diperkirakan tanggal 18 Maret. Antara pukul 10.00 hingga 12.00 akan diberlakukan one way nasional,” kata Agus.
Namun, penerapan tersebut tetap bergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan dan penghitungan traffic accounting. Skema bisa berubah menjadi one way sepenggal sesuai kebutuhan.
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) dinilai membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga tidak menumpuk pada satu waktu.
Lalin Naik 9,6 Persen, Arah Timur Dominan
Sementara itu, PT Jasa Marga mencatat sebanyak 812.342 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-6 Lebaran 2026 (11–15 Maret). Angka ini meningkat 9,6 persen dibandingkan kondisi normal.
Mayoritas kendaraan bergerak ke arah timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 385.245 kendaraan atau 47,4 persen. Disusul arah barat (Merak) 31,4 persen dan arah selatan (Puncak) 21,2 persen.
Khusus menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat 228.239 kendaraan, melonjak 56,4 persen dari kondisi normal. Sementara arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 157.006 kendaraan.
Pada H-6 Lebaran (15 Maret), volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek mencapai 162.129 unit atau naik 21,3 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut kenaikan ini dipengaruhi diskon tarif tol 30 persen dan kebijakan WFA yang memungkinkan masyarakat mudik lebih awal.
“WFA memberikan fleksibilitas sehingga pengguna jalan dapat mengatur waktu perjalanan lebih awal,” ujarnya.
Imbauan Keselamatan dan Persiapan Perjalanan
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan memastikan kesiapan perjalanan, termasuk kecukupan saldo uang elektronik, kondisi kendaraan, serta memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau lalu lintas secara real time.
Di sisi lain, Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Kombes Pol Artanto menyebut arus kendaraan di wilayah Semarang, khususnya melalui GT Kalikangkung, mencapai lebih dari 33 ribu kendaraan dari arah Jakarta.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, kondisi lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali.
“Kami mengimbau masyarakat tetap mengutamakan keselamatan, menjaga jarak, dan memanfaatkan rest area secara bijak,” kata Artanto.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan lancar.****













