Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan: Serangan ke Iran Dorong Ambang Perang Besar

Turki Perang Iran

MAKLUMAT — Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran telah mendorong kawasan menuju ambang perang yang lebih luas, dipicu oleh eskalasi berkelanjutan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Fidan saat membuka hari kedua KTT Komunikasi Strategis Internasional (STRATCOM) 2026 di Istanbul, Sabtu (29/3/2026). Ia menegaskan Ankara menolak segala skenario yang berpotensi menyeret kawasan ke konflik besar.

“Kami menolak setiap skenario yang menyeret kawasan ke dalam konflik yang menghancurkan. Ini mungkin perang pilihan Israel, tetapi seluruh dunia menanggung akibatnya,” kata Fidan.

Menurutnya, konflik yang berkepanjangan akan memperparah dampak geopolitik sekaligus mengguncang ekonomi global.

Perang Disebut Bermuatan Politik

Fidan menilai eskalasi yang terjadi tidak lepas dari kepentingan politik domestik Israel. Namun, kata dia, dampaknya meluas hingga ke berbagai negara. “Ini adalah perang yang direkayasa untuk kepentingan politik, tetapi bebannya ditanggung oleh dunia,” ujar Fida melansir pemberitaan Anadolu Agency.

Ia menegaskan satu-satunya jalan keluar dari situasi tersebut adalah melalui deeskalasi dan diplomasi. Fidan juga menyoroti kondisi di Lebanon yang turut terdampak kebijakan ekspansionis Israel.

Turki, lanjutnya, terus melakukan dialog tingkat tinggi guna mendorong langkah konkret untuk menghentikan konflik secepat mungkin. “Perang ini harus segera dihentikan sebelum kehancuran meluas dan ekonomi global mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” katanya.

Baca Juga  Dunia Tak Lagi Bisa Gambarkan Skala Serangan Israel di Gaza

Sistem Global Dinilai Retak

Dalam forum yang sama, Fidan juga menyoroti kondisi sistem internasional yang dinilai mengalami keretakan serius.

Ia menyebut dunia saat ini tidak hanya menghadapi ketidakstabilan, tetapi juga penurunan legitimasi sistem global, kehilangan arah moral, hingga kegagalan dalam mengendalikan krisis. “Ini bukan sekadar perdebatan akademis, melainkan realitas yang dihadapi dunia saat ini,” ujarnya.

Fidan menambahkan, konflik modern kini tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga di ranah informasi, di mana narasi digunakan untuk membentuk opini publik.

Ia juga mengutip pandangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan terkait pentingnya reformasi institusi global. Menurut Fidan, tata kelola global saat ini tidak lagi efektif dan membutuhkan perubahan mendasar. “Kita harus memutus siklus ini melalui visi bersama dan upaya kolektif,” tutupnya.***