Empat Liang Lahat untuk Satu Keluarga, Akhir Pengabdian Dosen Unmuh Babel

Dosen Unmuh Babel

MAKLUMAT — Empat liang lahat telah disiapkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Ahad (25/10/2026). Di tempat itulah Erika Fitri Wardani, dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), dimakamkan bersama suami dan kedua anaknya.

Empat anggota keluarga itu meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, sehari sebelumnya. Kepergian mereka sekaligus mengakhiri perjalanan sebuah keluarga yang kemudian dipersatukan kembali di tanah kelahiran Erika, dalam empat liang lahat yang berdampingan.

Erika, suaminya, M. Ivan Alfaruqi, serta kedua anak mereka, Syahla Ghaida Lashira dan Rahsta Jazib Alfaruq, dimakamkan setelah jenazah dipulangkan dari Bangka Belitung ke Bengkulu.

Keluarga memilih Desa Belitar Seberang, yang juga dikenal sebagai Desa Belirang, sebagai tempat peristirahatan terakhir mereka. Keputusan itu mengikuti permintaan orang tua Erika, Syamsul Komar dan Robiatun.

Pulang ke Tanah Kelahiran

Menurut laporan Babel Pos, keluarga telah menyiapkan empat liang lahat sejak pagi sebelum kedatangan jenazah. Prosesi pemakaman berlangsung pada Ahad sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepulangan Erika dan keluarganya ke Bengkulu menjadi bagian akhir dari rangkaian peristiwa yang bermula dari kecelakaan di Bangka Tengah pada Sabtu (24/10/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga  UMY Lantik 5 Wakil Rektor Baru, Perkuat Komitmen Menuju Kampus Muda Mendunia

Mobil Honda Brio merah yang dikendarai Ivan bertabrakan dengan truk Mitsubishi Fuso. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, keempat orang yang berada di dalam mobil tersebut meninggal dunia.

Tidak ada lagi perjalanan pulang yang dapat dilanjutkan bersama. Jenazah mereka dibawa ke kampung halaman Erika untuk dimakamkan berdampingan, sesuai permintaan keluarga.

Di Desa Belitar Seberang, empat liang lahat menjadi tempat peristirahatan terakhir Erika, Ivan, Syahla, dan Rahsta.

Duka di Desa Belirang

Kepergian satu keluarga tersebut turut dirasakan masyarakat di kampung halaman Erika. Warga Desa Belirang mengikuti prosesi pemakaman dan menyampaikan duka atas musibah yang menimpa keluarga itu.

Sekretaris Desa Belirang, Purwanto, mengatakan prosesi pemakaman telah selesai dilaksanakan. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat setempat merasakan kehilangan atas kepergian Erika dan keluarganya.

“Alhamdulillah prosesi pemakaman almarhumah (Erika, red) dan keluarganya telah selesai kami tunaikan, kami warga Desa Belirang tentunya sangat kehilangan dengan kejadian yang menimpa almarhumah dan keluarganya,” kata Purwanto.

Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri prosesi tersebut, di antaranya anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Mahdi Husen, serta beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Kehadiran keluarga, warga, dan para pejabat menjadi bagian dari penghormatan terakhir bagi keempat jenazah sebelum mereka dimakamkan berdampingan.

Baca Juga  Pesan Idulfitri 1447 Hijriah Haedar Nashir: Tidak Perlu Mempertajam Perbedaan

Pengabdian yang Berakhir di Tengah Perjalanan Hidup

Di Bangka Belitung, Erika menjalankan profesinya sebagai dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Profesi itu menempatkannya dalam lingkungan pendidikan tinggi yang berkaitan dengan penyiapan calon pendidik sekolah dasar. Namun, kecelakaan lalu lintas pada Sabtu tersebut merenggut nyawa Erika bersama suami dan kedua anaknya.

Kabar kepergian Erika membawa duka bagi civitas akademika Unmuh Babel. Rektor Unmuh Babel, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., bersama keluarga besar kampus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Erika dan keluarganya.

Perwakilan Unmuh Babel juga membantu proses pemulangan jenazah ke Bengkulu untuk diserahkan kepada keluarga.

Salah satu anak Erika diketahui masih duduk di kelas III SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung. Informasi tersebut menunjukkan bahwa keluarga ini memiliki keterikatan dengan lingkungan pendidikan Muhammadiyah di Bangka Belitung.

Kini, Erika, Ivan, Syahla, dan Rahsta beristirahat berdampingan di tanah kelahiran. Kepergian mereka meninggalkan duka bagi keluarga, masyarakat Desa Belirang, dan civitas akademika Unmuh Babel.

Keluarga besar Unmuh Babel mendoakan agar Erika dan keluarganya mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Swt., serta keluarga dan semua pihak yang berduka diberi kekuatan dan ketabahan.***

Baca Juga  Seruan Ketum PP Muhammadiyah Kepada Prabowo-Gibran: Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Bangsa!