Tokoh Kunci Blokade Selat Hormuz Tewas, Iran Siaga Lawan AS-Israel

Blokade Selat Hormuz

MAKLUMAT — Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi kematian “tokoh kunci” blokade Selat Hormuz,  Komandan Angkatan Laut, Laksamana Muda Alireza Tangsiri, setelah mengalami luka berat dalam serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Konfirmasi itu disampaikan Senin (30/3/2026), mengakhiri spekulasi sejak klaim Israel beberapa hari sebelumnya bahwa mereka telah menargetkan tokoh kunci militer Iran tersebut dalam operasi udara. Laporan media berafiliasi Pemerintah Iran, Press TV, juga memberitakan Alireza Tangsiri mati syahid.

Tangsiri disebut terluka saat memimpin langsung penguatan pertahanan di wilayah pesisir dan pulau strategis Iran, di tengah serangan intens yang menghantam infrastruktur militer negara itu.

Arsitek Blokade Selat Hormuz

Nama Tangsiri melejit sebagai arsitek strategi laut Iran, terutama dalam kebijakan penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia.

Sejak konflik pecah akhir Februari, Iran melalui IRGC membatasi bahkan menutup jalur tersebut bagi kapal-kapal yang dianggap “tidak bersahabat”, memicu gangguan ekonomi global dan lonjakan harga energi.

Di bawah komando Tangsiri, Iran mengandalkan kombinasi drone, rudal jelajah, dan kapal cepat untuk menekan lalu lintas maritim dan menghadapi armada Barat di Teluk.

Baca Juga  Media Israel Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Saat Berperang

Target Operasi Militer

Israel mengklaim telah membunuh Tangsiri dalam serangan udara terarah di wilayah selatan Iran, sebagai bagian dari operasi yang bertujuan melemahkan kekuatan laut IRGC dan membuka kembali jalur Hormuz.

Kematian Tangsiri menambah daftar panjang pejabat militer Iran yang menjadi sasaran dalam eskalasi konflik terbaru di kawasan.

Komandan United States Central Command, Laksamana Brad Cooper, bahkan menyebut eliminasi Tangsiri sebagai langkah yang “membuat kawasan lebih aman”, sambil menuding IRGC kerap menyerang kapal-kapal internasional.

Dampak Global dan Arah Konflik

Perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dimulai 28 Februari kini memasuki fase yang semakin berbahaya. Serangan balasan Iran menggunakan rudal dan drone terus berlanjut hampir setiap hari, menargetkan aset militer AS dan Israel di kawasan.

Di sisi lain, ketidakpastian di Selat Hormuz membuat pasar energi global bergejolak, dengan harga minyak melonjak tajam dan rantai pasok terganggu.

Kematian Tangsiri memunculkan pertanyaan besar: apakah Iran akan melanjutkan strategi blokade agresifnya, atau mulai melonggarkan tekanan di jalur energi dunia demi meredam eskalasi.

Yang pasti, hilangnya figur sentral seperti Tangsiri menjadi titik balik penting—bukan akhir dari konflik, melainkan potensi babak baru yang lebih tak terduga.***

Baca Juga  Hacker Serang Arab Saudi, IRGC Hantam Target AS-Israel