Media Israel Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Saat Berperang

Mojtaba Khamenei

MAKLUMAT — Media Israel melaporkan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengalami luka dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah. Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Mojtaba Khamenei memang mengalami luka selama perang. Meski demikian, ia disebut masih mampu menjalankan tugasnya dan mengelola urusan negara sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya juga melaporkan bahwa Mojtaba mengalami luka. Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan bagaimana luka itu terjadi maupun tingkat keparahannya. Media pemerintah Iran juga tidak mengungkap kapan cedera tersebut terjadi atau apakah luka itu memengaruhi aktivitas harian Mojtaba dalam memimpin negara.

Minim Kemunculan Publik

Sejauh ini, belum ada foto atau video terbaru Mojtaba Khamenei yang dirilis setelah ia diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran. Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat politik dan kelompok oposisi Iran. Para pengkritik pemerintah Iran menilai minimnya kemunculan publik Mojtaba menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya mengendalikan pemerintahan Iran saat ini.

Sejumlah tokoh oposisi bahkan mengklaim kemungkinan ada figur senior lain dalam struktur kekuasaan Iran yang menjalankan otoritas sebenarnya, sementara Mojtaba hanya berperan sebagai pemimpin simbolis.

Baca Juga  Mojtaba Khamenei Selamat, Iran Balas Serangan Israel-AS

Figur Berpengaruh di Balik Layar

Mojtaba Khamenei merupakan putra dari pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari di tengah konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Selama bertahun-tahun, Mojtaba dikenal sebagai figur yang berpengaruh di balik layar dalam politik Iran. Meski tidak memegang jabatan resmi dalam pemerintahan untuk waktu yang lama, banyak analis meyakini ia memiliki pengaruh kuat dalam jaringan politik dan keamanan negara tersebut.