MAKLUMAT — Pemimpin baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan selamat meski disebut sempat terluka dalam perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat. Kabar tersebut disampaikan putra Presiden Iran, Yousef Pezeshkian melalui unggahan di saluran Telegram pribadinya, Rabu (11/3/2026). “Saya mendengar kabar bahwa Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau selamat dan sehat,” tulisnya dikutip dari Middle East Eye.
Televisi pemerintah Iran sebelumnya menyebut Khamenei sebagai “veteran yang terluka dalam perang Ramadan”, namun tidak menjelaskan secara rinci jenis cedera yang dialaminya. Mojtaba Khamenei diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Minggu lalu, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat.
Dalam serangan tersebut, sejumlah anggota keluarga Khamenei juga dilaporkan menjadi korban, termasuk istrinya Zahra Adel, ibunya Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, seorang putra, serta seorang saudara perempuannya.
Iran Tuduh Serangan Hantam Ribuan Target Sipil
Pemerintah Iran menyatakan serangan militer Amerika Serikat dan Israel telah menghantam hampir 10.000 lokasi sipil sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026. Teheran mengklaim lebih dari 1.300 warga sipil tewas akibat serangan tersebut. Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menuduh serangan itu secara sengaja menargetkan infrastruktur sipil.
Menurut Iravani, fasilitas yang terdampak mencakup rumah penduduk, pusat layanan kesehatan, hingga infrastruktur publik penting. “Serangan tersebut menargetkan wilayah sipil dan fasilitas kemanusiaan,” kata Iravani dalam pernyataan kepada United Nations, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (11/3/2026).
Gelombang serangan udara Israel dilaporkan kembali menghantam Iran pada Selasa malam. Ledakan besar terdengar di sejumlah distrik permukiman di Tehran. Organisasi Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sebuah bangunan tempat tinggal terkena serangan langsung. Tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di antara puing-puing bangunan. Serangan udara juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain di Iran.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth memperingatkan bahwa Selasa akan menjadi “hari serangan paling intens” dalam operasi militer terhadap Iran. Sedikitnya delapan distrik di ibu kota Teheran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara pada hari yang sama.
IRGC Luncurkan Gelombang Balasan
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan telah meluncurkan gelombang ke-37 operasi militer balasan yang diberi nama Operasi True Promise 4. Dalam pernyataan resmi pada Selasa (10/3/2026), IRGC menyebut serangan berlangsung lebih dari tiga jam dengan rentetan rudal berat secara berlapis.
Serangan itu menggunakan rudal Kheibar Shekan, Qadr, dan Khorramshahr yang membawa beberapa hulu ledak. Target yang disebut terkena serangan meliputi Tel Aviv, Haifa, Jerusalem bagian barat, serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menurut Press TV, beberapa sasaran yang diklaim termasuk pangkalan militer di Erbil, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, serta pusat komunikasi satelit di wilayah selatan Tel Aviv. IRGC juga menyebut pelabuhan Haifa sebagai salah satu target yang dihantam dalam serangan tersebut.
Operasi True Promise 4 diluncurkan setelah Amerika Serikat dan Israel memulai serangan militer terhadap wilayah Iran. IRGC menyatakan ratusan rudal balistik, hipersonik, serta drone serang telah dikerahkan dalam operasi tersebut. “Kami akan melanjutkan serangan secara terencana hingga bayang-bayang perang terangkat dari negara ini,” demikian pernyataan IRGC.
Polisi Iran Peringatkan Demonstran
Di dalam negeri, aparat keamanan Iran juga memperketat pengawasan. Kepala Kepolisian Iran Ahmad-Reza Radan memperingatkan bahwa warga yang dianggap mendukung musuh negara tidak lagi diperlakukan sebagai demonstran. Menurutnya, mereka akan diperlakukan sebagai “musuh negara”. Sementara itu, World Health Organization (WHO) memperingatkan potensi munculnya fenomena “hujan hitam” yang berbahaya bagi kesehatan.
Fenomena tersebut diduga muncul setelah serangan terhadap depot bahan bakar Iran memicu kebakaran besar di fasilitas minyak. Asap tebal dari kebakaran bercampur dengan awan hujan sehingga menghasilkan curah hujan yang mengandung polutan beracun. Beberapa fasilitas minyak di Teheran dilaporkan masih terbakar setelah serangan tersebut. Iran menyatakan akan terus memberikan respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah permukiman. Juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, mengatakan serangan balasan akan terus dilakukan sebagai bentuk pertahanan negara. ***













