MAKLUMAT — Pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen, mengumumkan pensiun dari dunia bulu tangkis profesional. Keputusan itu disampaikan melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu (15/4/2026).
Mantan pemain peringkat satu dunia itu menyebut cedera punggung yang tak kunjung pulih sebagai alasan. “Hari ini adalah hari yang tidak mudah untuk saya. Karena masalah punggung, saya tidak bisa lagi bersaing dan berlatih di tingkat teratas,” tulis Axelsen.
Ia menyebut telah mencoba berbagai metode pemulihan, mulai dari operasi, perubahan program latihan, hingga perawatan intensif. Upaya tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan karena rasa sakit tetap bertahan.
“Menerima situasi saat ini sangatlah sulit. Tapi saya telah mendapatkan kesimpulan bahwa tubuh saya sudah tidak bisa melanjutkan,” lanjutnya.
Axelsen menutup karier sebagai salah satu pemain paling dominan di sektor tunggal putra dalam satu dekade terakhir. Ia sempat sangat lama menduduki peringkat satu dunia Badminton World Federation (BWF) dan mencatatkan prestasi konsisten di berbagai turnamen level tertinggi.
Dua medali emas Olimpiade menjadi pencapaian paling menonjol dalam kariernya, masing-masing diraih pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024. Selain itu, ia juga menjuarai Kejuaraan Dunia BWF di Glasgow pada 2017 dan di Tokyo pada 2022.
Axelsen lahir di Odense pada 4 Januari 1994 dan mulai dikenal sejak usia muda sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Eropa. Ia menjuarai Kejuaraan Dunia Junior pada 2010, sebuah pencapaian yang menempatkannya sebagai pemain Eropa pertama yang merebut gelar tersebut. Perkembangannya kemudian berlanjut pesat di level senior, dengan gaya bermain yang mengandalkan postur tinggi, jangkauan luas, dan kekuatan smash.
Dalam perjalanan kariernya, Axelsen juga dikenal sebagai salah satu pemain non-Asia yang mampu menembus dominasi tradisional negara-negara seperti China, Indonesia, dan Malaysia di sektor tunggal putra. Ia membangun fase puncak kariernya pada periode 2020–2024 dengan tingkat kemenangan tinggi di turnamen BWF World Tour serta konsistensi di ajang kejuaraan besar, baik di level Super 500, Super 750, maupun Super 1000.














