Srawung Desa Mulai Bergulir, UNAIR Gandeng Warga Balesari Malang Bangun Potensi Desa

unair

MAKLUMAT — Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan potensi lokal Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, melalui program pengabdian masyarakat Srawung Desa.

Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR membuka kegiatan tersebut di Dusun Balesari pada Kamis (22/10/2026), dengan sejumlah agenda di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, hukum, dan peternakan.

Kepala Desa Balesari, Nanik Rahayu Ningtyas, menyambut kedatangan mahasiswa UNAIR. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal hubungan yang baik antara mahasiswa dan warga, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa.

“Kami sangat menerima dan menyambut baik kegiatan Srawung Desa ini, karena merupakan langkah awal bagi Universitas Airlangga untuk hadir dan menjalin hubungan dengan masyarakat Desa Balesari,” ujarnya.

Nanik juga berpesan agar mahasiswa beradaptasi dan berbaur dengan warga selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat diperlukan agar mahasiswa dapat memahami kondisi desa dan memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Ketua Pelaksana Agenda Srawung Desa, Nabila Pramesti, menjelaskan bahwa Balesari memiliki sejumlah potensi lokal, seperti ubi, kopi, dan tebu. Desa ini juga memiliki destinasi wisata Keraton Gunung Kawi dan kolam sumber air yang dapat dikembangkan.

Baca Juga  Virus Pernapasan Ayam Jadi Ancaman Industri Global

Salah satu upaya untuk mendukung potensi tersebut diwujudkan melalui Brewvolution, program yang berfokus pada pengembangan kopi lokal. Kegiatan ini mencakup lokakarya pengolahan kopi pascapanen dan pemberian mesin kopi kepada warga agar mereka dapat meningkatkan kemampuan mengolah hasil panen.

“Untuk mendukung pengembangan kopi lokal, Srawung Desa menghadirkan Brewvolution sebagai salah satu program unggulan,” ujar Nabila.

Melalui program tersebut, warga didorong untuk mengolah kopi hingga siap dipasarkan, sehingga tidak hanya menjualnya dalam bentuk biji mentah. Pengolahan pascapanen diharapkan dapat meningkatkan nilai jual kopi lokal dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Balesari.

Selain pengembangan ekonomi, Srawung Desa menghadirkan program kesehatan untuk kelompok masyarakat yang berbeda. Sapa Lansia atau Sehat dan Aktif di Usia Senja menyediakan pemeriksaan kesehatan bagi warga lanjut usia. Adapun Sehati atau Sehat Bersama Ibu dan Buah Hati berfokus pada kesehatan ibu dan anak.

“Sementara itu, Sehati (Sehat Bersama Ibu dan Buah Hati) menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, meliputi skrining kesehatan ibu, pemantauan pertumbuhan dan kesehatan anak,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, program Pijar atau Pendidikan, Inspirasi, dan Jelajah Anak Rakyat mengajak anak-anak belajar mengaji di taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Program ini juga menghadirkan kegiatan belajar sains dan bahasa Inggris melalui aktivitas yang disesuaikan dengan usia anak-anak di sekolah dasar.

Baca Juga  UNAIR Akhirnya Menyatakan Sikap, Dorong Pemerintah Evaluasi Menyeluruh

Srawung Warga melengkapi rangkaian kegiatan melalui permainan edukatif dan berbagai perlombaan untuk anak-anak. Agenda ini menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa dan warga untuk membangun kedekatan selama pelaksanaan pengabdian.

“Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan gagasan,” ujar Nabila.

Srawung Desa juga menghadirkan Balesari Legal Care yang berfokus pada pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Program tersebut ditujukan untuk membantu warga yang membutuhkan pendampingan dalam mengurus legalitas usaha.

Di sektor peternakan, Sahabat Ternak atau Bersama Menjaga Kesehatan dan Produktivitas Ternak mencakup pemeriksaan ternak milik warga dan pemberian vitamin.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Ahad (25/10/2026) itu juga mencakup Pasar Raya Airlangga atau Pasar Murah Airlangga. Program ini menyediakan sembako dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Pembukaan Srawung Desa ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dihadiri perangkat Desa Balesari, pimpinan BEM UNAIR, dan perwakilan panitia. Nabila berharap program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi warga setelah rangkaian pengabdian berakhir.

“Harapannya program-program yang diberikan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak pada masyarakat Desa Balesari,” pungkasnya.

 

Baca Juga  Perang Dagang dan Sentimen Domestik Bayangi Pasar

*) Penulis: Annisa Syifa Muthmainnah