MAKLUMAT — Tim dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengembangkan media pembelajaran berbasis hologram sederhana untuk membantu guru Biologi SMA di Kabupaten Jember menyampaikan materi yang sulit diamati secara langsung.
Inovasi ini diperkenalkan melalui pelatihan dan pendampingan Smart Teaching bagi guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tahun 2026 bertajuk Bio-Smart Inklusif Jember yang diketuai Dr. Ali Usman, M.Pd. Program ini berfokus pada penguatan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics-Project Based Learning (STEM-PjBL) yang inklusif.
“Program tersebut bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis STEM-PjBL yang inovatif dan inklusif,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id pada Jumat (23/10/2026).
Ali Usman menjelaskan, sejumlah materi Biologi membutuhkan media visual agar peserta didik lebih mudah memahami konsep yang dipelajari. Objek dan proses yang tidak dapat diamati secara langsung kerap menjadi tantangan bagi guru ketika menyampaikan materi di kelas.
Hasil analisis kebutuhan yang dilakukan tim menunjukkan bahwa lebih dari 65 persen guru belum pernah mengikuti pelatihan khusus mengenai integrasi STEM-PjBL dengan pembelajaran inklusif. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar tim menyusun pelatihan yang menggabungkan pengembangan media pembelajaran dengan pendekatan berbasis proyek.
“Penggunaan hologram sederhana menjadi salah satu alternatif yang diperkenalkan. Media ini diharapkan dapat membantu guru menjelaskan materi Biologi secara lebih menarik sekaligus mendorong kreativitas dalam merancang pembelajaran berbasis proyek,” ujarnya.
Melalui Bio-Smart Inklusif Jember, guru berlatih memanfaatkan teknologi sederhana untuk menyajikan materi secara visual. Mereka juga didorong menyusun kegiatan belajar yang melibatkan peserta didik secara aktif dan menghubungkan materi dengan konteks pembelajaran.
Tim turut memasukkan aspek inklusivitas dalam pelatihan. Guru diarahkan untuk mempertimbangkan perbedaan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik ketika menyusun perangkat pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, penggunaan media hologram diharapkan dapat mendukung proses belajar yang sesuai dengan kondisi siswa.
Pelaksanaan program mencakup analisis kebutuhan, pelatihan Smart Teaching, lokakarya STEM-PjBL inklusif, praktik pembuatan media hologram, hingga pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran.
“Dalam kegiatan tersebut, guru tidak hanya memperoleh materi secara teoretis. Mereka juga mengikuti diskusi, demonstrasi, dan praktik terbimbing untuk mengembangkan media hologram sederhana serta mengintegrasikannya ke dalam rancangan pembelajaran Biologi,” jelasnya.
Selama pelatihan, para guru memperoleh pengalaman membuat media hologram dan menggunakannya dalam rancangan pembelajaran berbasis proyek. Tim dosen juga mendampingi mereka dalam menyusun perangkat pembelajaran yang mempertimbangkan kebutuhan peserta didik.
Berdasarkan laporan kemajuan program, kegiatan tersebut telah menghasilkan media hologram sederhana dan perangkat pembelajaran berbasis STEM-PjBL inklusif. Tim juga menyusun modul pelatihan, panduan pembuatan hologram, serta dokumentasi kegiatan.
“Selain itu, tim juga menghasilkan modul pelatihan, panduan pembuatan hologram, dan dokumentasi kegiatan. Program ini turut diarahkan pada pembentukan komunitas praktisi Smart Teaching di lingkungan MGMP Biologi agar para guru dapat terus berbagi pengalaman dan mengembangkan inovasi pembelajaran,” katanya.
Hingga tahap pelaporan kemajuan, lebih dari 70 persen rangkaian kegiatan yang direncanakan telah terlaksana. Tim kemudian melanjutkan program melalui pendampingan penerapan pembelajaran di sekolah dan kegiatan lesson study untuk mengevaluasi penggunaan media tersebut dalam proses belajar mengajar.
Ali Usman menilai pemanfaatan teknologi sederhana dapat menjadi salah satu pilihan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran Biologi. Kreativitas dalam membuat dan menggunakan media menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa harus selalu bergantung pada teknologi berbiaya tinggi.
“Kegiatan lesson study dilaksanakan melalui tahapan Plan, Do dan See. Pada tahap Plan, guru menyusun perencanaan pembelajaran. Tahap Do dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran, sedangkan tahap See menjadi ruang refleksi bersama untuk mengidentifikasi kelebihan dan aspek yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Melalui tahapan tersebut, tim ingin memastikan guru dapat mengevaluasi penggunaan media hologram dalam membantu peserta didik memahami materi Biologi. Hasil refleksi menjadi bahan untuk menyempurnakan perangkat pembelajaran dan menyesuaikan penerapannya dengan kebutuhan siswa.
Tahap selanjutnya mencakup penyempurnaan produk, pemantauan, pendampingan di sekolah, serta penguatan komunitas praktisi di lingkungan MGMP Biologi. Tim Unmuh Jember berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut setelah rangkaian pelatihan selesai.
“Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas guru, Unmuh Jember berharap Bio-Smart Inklusif Jember dapat memperkuat kompetensi pendidik sekaligus memperluas penerapan pembelajaran Biologi yang inovatif, partisipatif, dan inklusif di Kabupaten Jember,” ujarnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki












