Spiritual Journey VIII Smamio, Mengasah Kepekaan Sosial dan Spiritualitas Siswa

Para peserta Spiritual Journey Smamio GKB Gresik di Masjid Nurul Huda, Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik meneguhkan komitmennya menghadirkan pendidikan berbasis pengalaman melalui kegiatan Spiritual Journey, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut bakal berlangsung selama empat hari dan dipusatkan di Masjid Nurul Huda, Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.

Kepala Smamio GKB Gresik, Ulyatun Nikmah MPd, menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari pembelajaran hidup bermasyarakat bagi siswa kelas XI, yang dirancang untuk mengasah kepekaan sosial sekaligus memperkuat nilai spiritual.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Latukan yang berkenan menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan, Spiritual Journey tahun ini merupakan pelaksanaan ke-8, sebagai bentuk konsistensi sekolah dalam inovasi pembelajaran.

“Terima kasih kepada PRM Latukan yang telah menerima kami. Spiritual Journey ini sudah memasuki tahun ke-8, dan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa melalui pengalaman langsung di masyarakat,” ujarnya.

Ulyatun menjelaskan, tahun ini siswa kelas XI juga mengikuti program Study Partnership yang meliputi Spiritual Journey, Campus Quest Week, dan Career Exploration Program.

“Melalui Study Partnership, kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi realitas sosial dan menentukan arah masa depannya,” terangnya.

Baca Juga  Dindik Jatim: Nilai Akademik Jadi Prioritas Utama SPMB SMA 2025

Sementara itu, Hari Sholihin dari PRM Latukan Lamongan, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai lokasi kegiatan. Ia menegaskan bahwa kehadiran siswa memiliki dampak sosial nyata bagi masyarakat.

“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tempat kegiatan ini. Kehadiran para siswa bukan hanya belajar, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Ini adalah momentum untuk saling mengenal, saling belajar, dan memperkuat ukhuwah,” katanya.

Ia berharap para siswa mampu menjaga sikap dan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat setempat. “Kami berharap anak-anak dapat menjaga nama baik sekolah, menghormati orang tua asuh, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar kehidupan secara nyata. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggeneng Lamongan, Sastro Harjo SH MPd, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat perkaderan generasi muda Muhammadiyah.

“Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat Muhammadiyah, terutama dalam mencetak kader-kader muda yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi umat,” tandasnya.

Ia menilai proses perkaderan perlu dilakukan melalui pengalaman langsung di masyarakat. “Semoga kegiatan berjalan dengan baik dan sukses. Para peserta bisa menjalani kegiatan nyaman dan bisa belajar banyak di lingkup cabang kami dalam hal ini di ranting Latukan,” kata dia.

Baca Juga  Pemerintah Bakal Fokuskan Beasiswa LPDP ke Bidang STEM Mulai 2026

Dalam rangkaian pembukaan tersebut, juga diumumkan pembagian orang tua asuh bagi para siswa. Melalui mekanisme ini, setiap siswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan keluarga asuh selama kegiatan berlangsung. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan empati, kemandirian, serta pemahaman nyata tentang kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan Spiritual Journey di Desa Latukan tersebut, Ulyatun berharap dapat menjadi ruang pembelajaran autentik bagi para siswa, sekaligus menegaskan komitmen Smamio GKB Gresik dalam mencetak generasi unggul secara akademik sekaligus kuat dalam karakter dan nilai spiritual.