​Kawal May Day, Prabowo Bakal Gabung Buruh di Monas

prabowo hari buruh

MAKLUMAT – Presiden RI Prabowo Subianto terjadwal menghadiri langsung puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 pada 1 Mei nanti atau May day. Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, akan menjadi lokasi utama pertemuan Presiden dengan ribuan kaum pekerja.

​Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari mengonfirmasi agenda tersebut dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Ia menyebut kehadiran kepala negara merupakan simbol nyata bahwa pemerintah tidak menempatkan diri sebagai lawan buruh.

​”Presiden Prabowo Insya Allah hadir. Pemerintah ingin menegaskan bahwa posisi kami bukan berhadapan dengan pekerja, melainkan berdiri bersama mereka,” tegas Qodari.

​Qodari menjelaskan negara mengemban peran ganda sebagai pelindung hak-hak pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja. Kesejahteraan buruh dan kesehatan dunia usaha adalah dua sisi mata uang yang tidak boleh saling menegasikan.

​”Keduanya harus seimbang. Kalau dunia usaha tidak sehat, buruh tidak bisa gajian. Begitu juga sebaliknya. Inilah harmoni yang ingin kita jaga,” tuturnya.

​Kehadiran Prabowo di Monas nanti diharapkan memperkuat komitmen pemerintah dalam memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan pekerja di tengah dinamika ekonomi nasional.

​Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam peringatan May Day di Monas membawa pesan simbolis yang kuat.

Baca Juga  Busyro Muqoddas Bergabung dengan 64 Tokoh dan 79 OMS Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace Trump

​-Peredam Ketegangan: Alih-alih merespons hari buruh dengan barikade ketat, kehadiran Presiden menjadi upaya persuasi untuk meredam potensi eskalasi protes lapangan. Ini adalah gaya kepemimpinan yang mengedepankan dialog langsung.

​-Harmonisasi Kepentingan: Pernyataan Bakom RI mengenai “kesehatan dunia usaha” dan “kesejahteraan buruh” menunjukkan upaya pemerintah untuk menjembatani jurang antara kepentingan investor dan tuntutan pekerja.

​-Ujian Komitmen: Publik, khususnya serikat buruh, akan menunggu apakah kehadiran ini hanya seremonial atau akan diikuti dengan kebijakan konkret terkait perlindungan tenaga kerja dan kepastian upah yang layak di masa depan.