Polisi Pastikan Kades Buncitan Sidoarjo Meninggal Bunuh Diri, Diduga Karena Tekanan Ekonomi

Polisi memastikan kematian Kades Buncitan, Sedati, Sidoarjo, karena bunuh diri. (Foto: Polresta Sidoarjo)

MAKLUMAT — Kematian Mujiono, Kepala Desa (Kades) Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, dipastikan murni karena tindakan bunuh diri.

Mujiono ditemukan meninggal dunia di Kantor Balai Desa Buncitan, Sedati, Sidoarjo pada Ahad (3/5/2026) sore. Kepolisian setempat langsung melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga hasil autopsi medis terhadap jenazah korban.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, kematian Mujiono disebabkan oleh jeratan di leher dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan lainnya di tubuh korban.

“Penyebab kematian dipastikan akibat jeratan di leher yang menyebabkan korban mengalami mati lemas. Tidak ada luka atau tanda kekerasan lain di sekujur tubuh korban,” ujar Siko, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, kepolisian telah melakukan penyelidikan secara mendalam, termasuk terkait aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan rekaman CCTV di kantor desa, kata Siko, korban terpantau sudah berada di lokasi dan beraktivitas seorang diri sejak pagi hari. Dalam rekaman tersebut, korban juga terlihat mempersiapkan selang air yang kemudian digunakan sebagai sarana untuk mengakhiri hidupnya.

“Selain bukti fisik, penyidik menemukan petunjuk penting pada ponsel atau handphone milik korban. Ditemukan riwayat pencarian (browsing) di Google mengenai cara-cara bunuh diri,” jelasnya.

Baca Juga  Kader PDIP Surabaya Nyaris Bakar Diri, Seret-seret Nama Armuji

“Jejak digital ini menjadi salah satu bukti kuat tindakan itu, memang direncanakan korban,” sambung Siko.

Berdasarkan seluruh rangkaian barang bukti yang dikumpulkan petugas, kepolisian menduga aksi nekat tersebut dipicu oleh tekanan ekonomi yang tengah dialami korban.

“Kami tetap melakukan pengawasan menyeluruh untuk menutup segala kemungkinan lain dalam kasus ini,” tandasnya.

Penemuan Jenazah Kades Buncitan

Sebelumnya, jenazah Kades Mujiono ditemukan oleh petugas kebersihan balai desa dalam kondisi tidak bernyawa di ruang kerjanya pada Ahad sore (3/5/2026). Korban ditemukan dalam posisi duduk di sofa mengenakan kaos dan celana jeans, dengan leher terikat selang air yang dikaitkan pada ventilasi jendela.

Penemuan jenazah Mujiono bermula dari kecurigaan petugas kebersihan Balai Desa Buncitan, Khosim, yang mengaku curiga saat melihat sepeda motor milik kepala desa masih berada di lokasi hingga sore hari.

“Saya curiga karena kendaraan Pak Lurah masih ada. Biasanya kalau sudah pulang tidak ada di sini,” kata Khosim, dikutip dari DetikJatim.

Khosim mengaku, saat itu dirinya tengah membersihkan area balai desa sekitar pukul 16.00 WIB, hingga sekitar pukul 16.30 WIB hujan mulai turun dan ia berniat masuk ke dalam balai desa untuk mencuci tangan.

Baca Juga  Paparan Gadget Picu Bunuh Diri? Begini Penjelasan Dosen Psikologi UMM

Saat melewati ruang kepala desa, Khosim mendapati kondisi ruangan gelap dengan pintu tidak terkunci. “Saya panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya kira beliau sedang istirahat,” ceritanya.

Kecurigaannya semakin menguat karena tidak ada respons dari dalam ruangan. Karena tak mendapat jawaban, Khosim akhirnya memberanikan diri masuk dan menyalakan lampu. Saat itulah ia mendapati Mujiono tidak sadarkan diri dengan kondisi tidak wajar.

“Melihat Pak Kades terlihat duduk di sofa ruang kerja, tapi ada tali yang mengikat lehernya. Saya langsung panik, keluar minta tolong warga sekitar dan Pak RW,” kisahnya.