Musyawarah PRIM dan PRIA Klang Lama Digelar, Muhammadiyah Malaysia Lahirkan Dua Ketua Baru

MAKLUMAT – Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah (PRIA) Klang Lama sukses menggelar Musyawarah Ranting Istimewa pada Ahad (14/6/2026) di Rumah Munip, Klang Lama, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan yang mengusung tema “Menyambung Keberlangsungan Organisasi Menuju yang Lebih Baik” itu dihadiri anggota Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Klang Lama, jajaran Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, serta sejumlah tamu undangan.

Perwakilan PCIM Malaysia yang hadir di antaranya Nurhadi Ahmad, Haji Kastolan, dan Sumitro selaku penasihat sekaligus utusan PCIM Malaysia.

Musyawarah membahas sejumlah agenda penting organisasi, mulai laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, penyusunan program kerja, hingga pemilihan pimpinan baru periode 2026–2029.

Melalui proses musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh suasana kekeluargaan, forum secara mufakat menetapkan Muhammad Lazim sebagai Ketua PRIM Klang Lama dan Nur Syahidah sebagai Ketua PRIA Klang Lama periode 2026–2029.

Dalam sambutannya, Muhammad Lazim menegaskan komitmennya untuk memperkuat dakwah dan syiar Muhammadiyah Malaysia, khususnya di wilayah Klang Lama dan sekitarnya.

“Amanah ini akan kami jalankan dengan mengedepankan kolaborasi dan pelayanan kepada umat, khususnya warga Indonesia di Klang Lama. Kami juga berharap dukungan seluruh anggota tanpa melihat status, karena semua sama dalam organisasi,” ujarnya.

Baca Juga  Busyro Muqoddas: Rentetan Bencana 2025 Bukti Kerusakan Lingkungan Akibat Ulah Manusia

Sementara itu, perwakilan PCIM Malaysia, Nurhadi Ahmad, mengapresiasi jalannya musyawarah yang dinilai berjalan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

“Musyran PRIM dan PRIA Klang Lama berjalan lancar dan mencerminkan semangat berkemajuan. Ini bisa menjadi contoh bagi PRIM lainnya di Muhammadiyah Malaysia untuk segera menggelar musyawarah ranting. Selamat bekerja kepada pimpinan baru,” tutur Nurhadi.

Musyawarah kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Sumitro serta sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memajukan ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Malaysia.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan gerakan dakwah Muhammadiyah Malaysia dalam membangun solidaritas warga persyarikatan di luar negeri, khususnya di kalangan diaspora Indonesia di Kuala Lumpur.***