MAKLUMAT – Kabar gembira bagi kader Muhammadiyah dan lulusan SMA sederajat yang bercita-cita menempuh pendidikan di luar negeri. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kembali membuka Program Beasiswa Maroko 2026 untuk jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) dengan dukungan biaya pendidikan serta uang saku hingga sekitar Rp3,8 juta per bulan.
Program ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda Muhammadiyah untuk melanjutkan studi di dua institusi pendidikan Islam bergengsi di Kerajaan Maroko, yakni Institut Darul Hadis el-Hassania dan Ma’had Mohammed VI Lil Qira’at wa ad-Dirasat al-Qur’aniyyah. Kedua lembaga tersebut berada di bawah naungan Universitas Al-Qarawiyyin yang dikenal sebagai salah satu universitas tertua di dunia.
Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, berharap program beasiswa ini mampu melahirkan kader-kader unggul yang memiliki kedalaman ilmu keislaman, wawasan internasional, serta komitmen kuat untuk mengabdi kepada umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Program ini diharapkan menjadi sarana mencetak kader Muhammadiyah yang berdaya saing global dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat,” ujarnya.
Pendaftaran dibuka mulai 17 hingga 24 Juni 2026. Peserta yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti seleksi untuk melanjutkan studi di salah satu kampus tujuan di Maroko.
Institut Darul Hadis el-Hassania dikenal sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengintegrasikan tradisi keilmuan Islam klasik (turas) dengan pendekatan akademik modern. Sementara Ma’had Mohammed VI fokus pada pengembangan ilmu qira’at dan studi Al-Qur’an, sehingga menjadi salah satu rujukan penting dalam pendidikan Al-Qur’an di dunia Islam.
Selain kesempatan belajar di pusat peradaban Islam dunia, penerima beasiswa juga akan memperoleh bantuan biaya hidup. Mahasiswa S1 di Institut Darul Hadis el-Hassania mendapatkan uang saku sebesar 1.500 dirham Maroko (MAD) atau sekitar Rp2,9 juta per bulan. Adapun mahasiswa S2 memperoleh 2.000 MAD atau sekitar Rp3,87 juta per bulan.
Sementara itu, penerima beasiswa di Ma’had Mohammed VI juga memperoleh uang saku sebesar 2.000 MAD atau sekitar Rp3,87 juta per bulan selama masa studi.
Untuk program S1 Institut Darul Hadis el-Hassania, pelamar harus merupakan lulusan SMA/SMK/MA tahun 2025 atau 2026 dengan nilai rata-rata ijazah minimal 85, memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris, serta mendapatkan rekomendasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) atau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).
Adapun pelamar program S2 wajib memiliki ijazah sarjana dari bidang studi yang relevan dengan nilai minimal setara IPK 3,0. Hafalan Al-Qur’an 30 juz menjadi nilai tambah yang akan diprioritaskan dalam proses seleksi.
Sementara bagi pendaftar Ma’had Mohammed VI, syarat khusus yang harus dipenuhi adalah berusia maksimal 30 tahun dan memiliki hafalan Al-Qur’an 30 juz mutqin yang dibuktikan dengan sertifikat resmi.
Setelah masa pendaftaran berakhir, peserta akan mengikuti seleksi berkas pada 25–26 Juni 2026. Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 27 Juni 2026, dilanjutkan wawancara daring bersama PP Muhammadiyah pada 29–30 Juni 2026.
Peserta yang lolos tahap wawancara akan mengikuti pembinaan dan muqabalah dengan institusi tujuan di Maroko. Pengumuman akhir dari Ma’had Mohammed VI dijadwalkan pada Agustus 2026, sedangkan hasil seleksi Institut Darul Hadis el-Hassania diumumkan pada September 2026.
Informasi lengkap mengenai petunjuk teknis, formulir pendaftaran, dan persyaratan administrasi dapat diakses melalui kanal resmi PCIM Maroko. Bagi kader Muhammadiyah yang memiliki cita-cita menimba ilmu di pusat studi Islam dunia, kesempatan ini menjadi peluang yang sayang untuk dilewatkan.
Link pendaftaran beasiswa Maroko 2026 dapat diklik melalui tautan berikut ini:














