Ingin Kuliah di Luar Negeri? Ini Pesan Penting Abdul Mu’ti untuk Mahasiswa

Kuliah di luar negeri

MAKLUMAT — Banyak mahasiswa Indonesia bermimpi bisa kuliah di luar negeri melalui berbagai program beasiswa internasional. Namun, menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, ada satu kunci utama yang harus dimiliki untuk mewujudkan impian tersebut, yakni kesungguhan dan komitmen dalam menekuni bidang ilmu.

Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menjadi narasumber dalam Seminar Membedah Peluang Belajar di Luar Negeri dan Meraih Beasiswa Internasional yang digelar di Tangerang, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, peluang belajar di luar negeri saat ini semakin terbuka lebar. Mahasiswa maupun dosen dapat memanfaatkan berbagai program seperti pertukaran pelajar, kursus singkat, penelitian internasional, hingga beasiswa penuh yang disediakan oleh berbagai lembaga pendidikan dan pendanaan global.

“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” ujar Abdul Mu’ti.

Menteri yang juga menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menjelaskan bahwa kuliah di luar negeri bukan sekadar mengejar gelar akademik. Pengalaman tersebut juga menjadi sarana untuk mengembangkan karakter, memperluas wawasan, dan membangun pola pikir yang lebih terbuka terhadap perkembangan dunia.

Karena itu, mahasiswa yang ingin meraih beasiswa luar negeri perlu mempersiapkan diri sejak dini, mulai dari meningkatkan prestasi akademik, kemampuan bahasa asing, pengalaman organisasi, hingga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Baca Juga  Bisa Lulus S1-S2 Cuma 5 Tahun, Program Terpadu UMM Tawarkan Biaya Terjangkau Bahkan Gratis!

Abdul Mu’ti menilai salah satu keunggulan utama belajar di kampus internasional adalah atmosfer akademik yang kuat. Budaya diskusi, riset, dan pendampingan yang intensif dari dosen dinilai mampu mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan inovatif.

“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” katanya.

Selain memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa yang kuliah di luar negeri juga berkesempatan memahami budaya masyarakat dari berbagai negara. Pengalaman tersebut dapat memperkaya perspektif sekaligus menumbuhkan sikap disiplin, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Lebih jauh, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya membangun jejaring internasional selama menempuh pendidikan. Hubungan dengan mahasiswa, akademisi, maupun profesional dari berbagai negara dapat membuka peluang kerja sama, riset, dan pengembangan karier di masa depan.

“Kesempatan-kesempatan itu selalu ada. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh, memiliki komitmen untuk terus maju, dan mampu membangun jejaring yang luas,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Desri Arwen, mengatakan bahwa kesempatan belajar di luar negeri merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

Baca Juga  Raih Berbagai Capaian, Umsida Jadi Salah Satu Jujukan Kampus Swasta Terbaik di Jatim

Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai peluang pendidikan internasional yang tersedia guna memperluas pengalaman sekaligus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional.***