MAKLUMAT – Sintya Marisca dan Mahardika Yusuf menggali memori era 80-an dalam film ‘Cinta Lama Babak Kedua’ (CLBK) untuk menguji konsistensi rasa di tengah gempuran modernitas.
Sutradara Ivander Tedjasukmana bersama rumah produksi MIR Production menjadwalkan film romansa ini tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Juli 2026. Melalui karya terbaru ini, Ivander membongkar dinamika emosi yang kompleks dari dua insan yang mencoba merajut kembali jalinan kasih yang sempat terputus di masa lalu.
Langkah MIR Production membedah tema CLBK terasa berbeda karena menyandingkan benturan romantisme dua generasi. Film ini mengontraskan sudut pandang cinta romantis era orang tua zaman dulu dengan pola hubungan anak muda masa kini. Sentuhan nostalgia diperkuat lewat suguhan visual dan audio khas 1980-an yang menghadirkan kehangatan sekaligus keraguan mendalam.
Proyek layar lebar ini mempertemukan kombinasi aktor muda berbakat dan deretan seniman peran senior. Selain Sintya Marisca dan Mahardika Yusuf yang menjadi motor utama cerita, jajaran pemain juga diperkuat oleh Slamet Rahardjo, Sarah Sechan, Kiki Narendra, Khiva Iskak, Gisellma Firmansyah, hingga Iang Darmawan.
Nostalgia sebagai Jualan Utama
Keputusan sutradara menggunakan latar dan estetika era 1980-an bukan sekadar pemanis visual, melainkan strategi menggandeng penonton lintas generasi (Gen X yang bernostalgia dan Gen Z yang menyukai tren retro/vintage).
Komparasi Nilai Cinta
Formula benturan komparasi cinta lintas generasi memberikan bobot konflik yang lebih segar. Film ini tidak hanya menjual romansa klise, tetapi juga memotret bagaimana pergeseran zaman mengubah cara manusia berkomunikasi dan mempertahankan komitmen.
Keseimbangan Jajaran Pemain
Kehadiran aktor watak sekelas Slamet Rahardjo dan komedian senior seperti Sarah Sechan dan Iang Darmawan menjadi jaminan bahwa dinamika penceritaan akan bergerak dinamis, tidak monoton, dan memiliki kedalaman emosi yang kuat.***













