Kompor Listrik Gratis Mulai Dibagikan 2027, Pemerintah Siapkan Anggaran Khusus

kompor listrik

MAKLUMAT – Kompor listrik gratis mulai dibagikan pada 2027 setelah pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk program konversi energi dari LPG 3 kilogram ke kompor induksi. Program ini dipastikan akan direalisasikan sebagai upaya mengurangi impor LPG sekaligus mendorong pemanfaatan energi listrik yang lebih efisien.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengatakan pemerintah bersama DPR telah memasukkan anggaran program tersebut dalam pembahasan APBN 2027. Bantuan tidak hanya berupa kompor induksi, tetapi juga peralatan memasak dan pemasangan listrik di rumah penerima manfaat tanpa biaya.

“Diberikan gratis kompornya, alat memasaknya, dan pemasangan listriknya juga gratis,” kata Eddy dalam Kompas.com Talks bertajuk Urgensi Reformasi Subsidi Energi di Jakarta dikutip, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Eddy, biaya penyediaan kompor induksi masih jauh lebih rendah dibandingkan besarnya anggaran negara untuk subsidi dan impor LPG 3 kilogram setiap tahun. Karena itu, pemerintah menilai konversi energi menjadi langkah yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor, program ini juga diharapkan memperkuat industri manufaktur nasional. Pemerintah ingin kebutuhan kompor induksi dipenuhi oleh produk dalam negeri sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri hijau.

Baca Juga  Koalisi Permanen Dinilai Bisa Gembok Parpol: Risiko Stagnasi Pilpres 2029 Menguat

“Jangan sampai transisi energi justru membuat semuanya impor. Industri dalam negeri harus menjadi pihak yang menikmati manfaatnya,” ujar Eddy.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam pagu indikatif 2027 untuk pengadaan kompor listrik melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Menurut Bahlil, pengadaan kompor listrik merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi nasional agar masyarakat tidak hanya bergantung pada LPG, tetapi juga memanfaatkan energi listrik dan alternatif lainnya seperti compressed natural gas (CNG).

Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan DPR untuk menentukan daerah-daerah yang menjadi prioritas penerima bantuan kompor listrik gratis tersebut.

Kurangi Beban Impor, Tantangan Ada di Kesiapan Masyarakat

Program kompor listrik gratis menjadi salah satu strategi pemerintah mengurangi beban impor LPG yang selama ini terus membengkak. Jika konversi berjalan efektif, anggaran subsidi energi berpotensi lebih terkendali sekaligus meningkatkan konsumsi listrik nasional.

Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pembagian kompor. Pemerintah juga harus memastikan kapasitas listrik rumah tangga memadai, jaringan distribusi listrik siap, serta edukasi penggunaan kompor induksi dilakukan secara masif. Tanpa kesiapan tersebut, program berisiko menghadapi penolakan seperti yang pernah terjadi pada wacana konversi sebelumnya.

Baca Juga  Bidik 4,2 Juta Ha Tambang Ilegal: Pemerintah Gaspol Kembalikan Hutan ke Negara