Pastikan Anak Tak Putus Sekolah, Emil Dardak: Bukan Tambah Kursi Negeri, Tapi Beasiswa di Sekolah Swasta

MAKLUMAT — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan program beasiswa pelajar Jawa Timur di sekolah-sekolah swasta.

Hal itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (25/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Emil menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Menurutnya, lembaga pendidikan swasta berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur. Sebab, kata dia, sebagian besar anak-anak mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah swasta.

“Kami di Jawa Timur, Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) berkomitmen, bahwa pendidikan kita tidak hanya ditopang oleh lembaga pendidikan negeri, tetapi justru yang lebih banyak mendidik anak-anak Jawa Timur adalah lembaga pendidikan swasta,” jelasnya.

Sebab itu, Emil menegaskan bahwa solusi untuk memastikan supaya setiap anak bangsa mengenyam pendidikan dan tidak putus sekolah, maka bukan dengan memperluas kursi di sekolah negeri, tetapi dengan membiayai pendidikan di sekolah-sekolah swasta melalui program beasiswa.

“Maka saat ada tekanan, desakan, dorongan untuk menambah kursi negeri, menambah sekolah negeri, Dinas Pendidikan Jawa Timur, Ibu Gubernur menghargai perjuangan lembaga-lembaga pendidikan swasta mengatakan bahwa untuk memastikan anak-anak didik kita tidak putus sekolah, solusinya bukan dengan menambah kursi negeri, tetapi dengan membiayai beasiswa SMA dan SMK swasta. Jumlahnya ada 80.000 baik penuh maupun parsial,” terangnya.

Baca Juga  Komisi E DPRD Jatim Soroti Proyek Rehabilitasi SMK Senilai Rp171 Miliar, Diduga Bodong

Lebih lanjut, Emil juga menyoroti sejumlah permasalahan lain di sektor pendidikan yang tengah dihadapi dan diupayakan solusinya oleh Pemprov Jawa Timur, salah satunya terkait isu seragam.

“Nah sekarang ini seragam itu banyak sekali, ada macam-macam, kadang hari Rabu atau Kamis itu juga ada seragamnya sendiri yang berbeda,” sorot politisi Partai Demokrat itu.

“Ini kita sedang coba carikan solusi bagaimana untuk itu. Meskipun mungkin seragam itu juga bisa menjadi bermanfaat bagi perputaran ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik,” tandas Emil.