Jaga Pola Pengasuhan Anak, Disnaker Jember Perkuat Pendampingan Keluarga Pekerja Migran

Pekerja migran

MAKLUMAT – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnaker) Kabupaten Jember memperkuat pendampingan bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI). Itu dilakukan untuk menjawab tantangan pengasuhan anak yang muncul akibat orang tua bekerja di luar negeri.

Seperti diketahui, keberangkatan anggota keluarga untuk bekerja di luar negeri tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi rumah tangga, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam menjaga pola pengasuhan serta ketahanan keluarga. Jarak yang memisahkan orang tua dan anak kerap menuntut pola komunikasi dan pendampingan yang tetap terjaga meski tidak berada dalam satu rumah.

Pendampingan disnaker ditempuh melalui program Lentera Cinta yang menyasar keluarga pekerja migran di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Bertajuk Strategi Pengasuhan dalam Keluarga Migran untuk Mewujudkan Keluarga Kuat dan Anak Hebat, program itu mempertemukan keluarga pekerja migran, pemerintah desa, serta Tim Penggerak PKK.

Peserta memperoleh materi mengenai pola pengasuhan anak di keluarga migran dan pentingnya komunikasi antara orang tua yang bekerja di luar negeri dengan anak. Selain itu, materi peran keluarga besar dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kepala Disnaker Kabupaten Jember Hadi Mulyono mengatakan, perlindungan terhadap pekerja migran tidak berhenti pada pemenuhan aspek keamanan dan hak-hak selama bekerja di luar negeri. Keluarga yang ditinggalkan juga memerlukan pendampingan agar tetap mampu menjalankan fungsi pengasuhan secara optimal.

Baca Juga  Jember Job Fair 2026, 4.800 Pencari Kerja Berebut Lowongan di 59 Perusahaan

“Ketika orang tua harus berjuang di negeri orang, anak-anak mereka di rumah membutuhkan fondasi pengasuhan yang kuat. Negara hadir melalui kegiatan ini untuk memastikan bahwa jarak tidak memutus ikatan kasih sayang dan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya,” kata Hadi, Senin (27/7/2026).

Menurut Hadi, melalui program Lentera Cinta, pemerintah daerah membekali keluarga pekerja migran dengan strategi pengasuhan yang disesuaikan dengan kondisi keluarga. Ia berharap keterbatasan pertemuan secara langsung tidak mengurangi keterlibatan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak melalui komunikasi yang terjaga dan dukungan keluarga.

Program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan jejaring pendampingan bagi keluarga PMI melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan. Menurut dia, sinergi tersebut diperlukan agar keluarga pekerja migran tidak menghadapi persoalan pengasuhan secara sendiri.

Disnaker Jember berharap keluarga pekerja migran memanfaatkan berbagai program pendampingan yang tersedia. Pemerintah daerah menilai penguatan kapasitas keluarga menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan keluarga di tengah dinamika migrasi tenaga kerja.

“Keluarga yang kuat adalah fondasi masyarakat yang tangguh. Kami berharap setiap keluarga PMI di Jember semakin berdaya, percaya diri dalam mengasuh anak, dan yakin bahwa pengorbanan mereka akan melahirkan generasi penerus yang hebat,” ujar Hadi. (*)

Baca Juga  Pusat Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Profesional, Gubernur Jateng Nyatakan Kesiapan