Mahasiswa KKN Umsida Nyalakan Minat Baca Lewat Pojok Baca dan Kelas Literasi

Mahasiswa KKN Umsida menghadirkan program pendidikan yang berfokus pada penguatan literasi anak. (Foto: KKN Umsida)

MAKLUMAT — Dua kelompok Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan program pendidikan yang berfokus pada penguatan literasi anak di dua lokasi berbeda, Sabtu (25/7/2026). Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, mahasiswa merevitalisasi pojok baca di sekolah dasar serta menggelar kelas literasi bagi anak-anak usia dini.

Kelompok 14 KKN-T Umsida merevitalisasi Pojok Baca di kelas IV SDN Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Sementara itu, Kelompok 18 KKN-T Umsida menyelenggarakan Kelas Literasi bagi anak-anak di Desa Simpang.

Kedua program tersebut berangkat dari kondisi yang berbeda. Di SDN Bulang, fasilitas pojok baca sebenarnya telah tersedia, namun belum dimanfaatkan secara optimal karena kondisi rak yang kurang terawat dan koleksi buku yang terbatas. Adapun di Desa Simpang, kelas literasi dibentuk untuk mendampingi anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan membaca dan menulis dasar.

Pada program revitalisasi Pojok Baca, mahasiswa KKN-T 14 memilih mengoptimalkan fasilitas yang telah dimiliki sekolah.

“Saat observasi, kami melihat kelas IV sebenarnya sudah memiliki pojok baca, tetapi belum banyak dimanfaatkan karena tampilannya kurang menarik dan koleksi bukunya masih terbatas,” ujar Wakil Ketua KKN-T 14 Umsida, Aisyah Nur Fazri.

Baca Juga  Mahasiswa MMD UB Kenalkan Pengelolaan Sampah Lewat Game Interaktif Berbasis AI di SDN 2 Dawuhan

Mahasiswa kemudian membersihkan dan menata kembali pojok baca, menambahkan rak gantung, serta melengkapi koleksi dengan buku cerita, pengetahuan umum, dan buku bergambar yang sesuai usia siswa. Penataan yang lebih rapi dan menarik diharapkan dapat mendorong minat baca peserta didik.

Setelah proses revitalisasi selesai, mahasiswa mengajak siswa membaca bersama, menceritakan kembali isi buku, mendiskusikan pesan yang diperoleh, sekaligus mengenalkan cara memilih dan merawat buku bacaan.

Selain itu, KKN-T 14 juga menyusun panduan sederhana bagi wali kelas agar pojok baca tetap dimanfaatkan setelah program pengabdian berakhir. Panduan tersebut meliputi penataan koleksi, rotasi buku, perawatan fasilitas, hingga pelaksanaan kegiatan membaca bersama.

Salah satu siswa kelas IV, Adrian, mengaku senang dengan tambahan koleksi buku di kelasnya. “Tadi kami juga diajak baca bareng dan cerita tentang buku yang kami suka, jadi enggak bosan dan seru banget,” katanya.

Di lokasi berbeda, KKN-T 18 Umsida mengadakan Kelas Literasi di Desa Simpang dengan konsep pembelajaran informal yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan untuk siswa TK A dan TK B.

Program ini dirancang untuk membantu anak-anak mengenal huruf, memahami kata, merangkai kalimat, serta melatih kemampuan menulis sederhana. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berperan sebagai fasilitator melalui kegiatan membaca nyaring (read aloud), latihan menulis kreatif, dan permainan kata edukatif.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Umsida Gandeng PMI, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Kedungbocok

Penanggung jawab Kelas Literasi KKN-T 18 Umsida, Ika Surya Alianti, menjelaskan bahwa setiap anak mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya.

“Kami ingin menciptakan ruang belajar tambahan yang menyenangkan bagi adik-adik di Desa Simpang. Pendampingan dilakukan secara personal agar mereka lebih percaya diri dalam mengenal huruf, kata, hingga merangkai kalimat,” tuturnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai aktivitas membaca dan permainan edukatif yang dirancang agar proses belajar berlangsung dalam suasana santai.

Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Persatuan Simpang, Riska Fitria Ahmada SPd MPd, menilai program tersebut membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kami terbantu dengan program ini, apalagi jadwal kami tumpang tindih di hari Sabtu. Jadi sedikit longgar ketika ada kakak KKN yang membantu,” ungkapnya.***

*) Penulis: Tasya / Zahro