Kebakaran Bromo Makin Tak Terkendali, TNBTS Tutup Total Semua Pintu Masuk Wisata

Kebakaran Bromo

MAKLUMAT —  Kebakaran Bromo belum padam. Situasi kobaran api yang melalap kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) makin meluas. Kondisi itu memaksa Balai Besar TNBTS (BB TNBTS) mengambil langkah tegas: menutup total seluruh akses wisata Gunung Bromo. Kebijakan itu tertuang dalam pengumuman resmi bernomor PG.18/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026. Penutupan mulai berlaku Sabtu malam (8/8) pukul 22.00 WIB. Sampai kapan? Pihak TNBTS belum bisa memastikan. Yang jelas, penutupan berlangsung hingga kondisi di lapangan benar-benar aman.

”Dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung, kami memutuskan menutup kunjungan wisata dari semua pintu masuk,” tegas pihak BB TNBTS dalam pengumuman tersebut.

Empat Jalur Masuk Resmi Disetop

Praktis, tidak ada lagi celah bagi wisatawan untuk masuk ke kawasan Bromo. Empat pintu masuk utama yang selama ini jadi akses favorit wisatawan kompak ditutup. Yakni, pintu Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Padahal, sebelumnya penutupan hanya berlaku parsial di sejumlah jalur. Namun, karena api terus merangsek dan sulit dijinakkan, opsi penutupan total pun tak terelakkan.

Baca Juga  Bromo Terbakar 520 Hektare, DPR Soroti Lemahnya Pengawasan

Api Sudah Rambat ke Mana-Mana

Titik api bermula dari Blok Bantengan sejak Senin (3/8) lalu. Diduga kuat, pemicunya kelalaian manusia di jalur pintas yang biasa dilalui warga setempat. Sayangnya, angin kencang membuat api merembet cepat ke berbagai penjuru.

Dalam sepekan terakhir, luasan lahan yang terbakar melonjak drastis. Dari yang semula hanya sekitar 7,9 hektare, kini diperkirakan telah mencapai 176 hektare bahkan hingga 196 hektare, seiring perkembangan situasi terkini. Api dilaporkan sudah mendekati Bukit B-29 Lumajang, Penanjakan 1, hingga wilayah perbatasan Malang, bahkan menjalar ke arah Gunung Kursi.

Di lapangan, ratusan personel dari BPBD, TNBTS, TNI-Polri, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) bekerja keras memadamkan api lewat jalur darat. Namun, medan yang terjal dan minimnya sumber air membuat proses pemadaman tak semudah membalikkan telapak tangan.

Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun tangan mengerahkan helikopter water bombing. Tak cuma itu, drone penyiram bara juga diterjunkan guna menjangkau titik api di area yang sulit diakses tim darat.

Kabar Baik buat Pemegang Tiket

Bagi wisatawan yang sudah kadung membeli tiket masuk secara online untuk jadwal kunjungan selama masa penutupan, jangan khawatir. BB TNBTS memberi dua opsi solusi: penjadwalan ulang alias reschedule, atau pengembalian dana alias refund.

Caranya cukup mudah. Pengunjung tinggal mengisi formulir yang telah disediakan melalui admin aplikasi booking online TNBTS.

Baca Juga  Indonesia-Swiss Kerja Sama Perkuat Sistem Peringatan Dini Banjir Lahar di Gunung Semeru

BB TNBTS pun mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata agar untuk sementara waktu menahan diri tidak beraktivitas di kawasan TNBTS. Kewaspadaan terhadap penggunaan api juga digencarkan demi mencegah munculnya titik-titik kebakaran baru.

”Kami mohon kerja sama semua pihak. Ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” demikian bunyi imbauan tersebut.

Pengumuman penutupan ini ditandatangani langsung oleh Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Rudijanta Tjahja Nugraha, S.Hut., M.Sc., dan resmi dikeluarkan di Malang pada 8 Agustus 2026.***