MAKLUMAT — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diuji dari sisi pelaksanaan, anggaran, dan kepentingan publik.
Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim mengangkat persoalan tersebut dalam Dialog Kebangsaan bertajuk “Menguji Masa Depan MBG: Gizi, Anggaran, dan Kepentingan Publik” di Aula KH Mas Mansur, Kantor PWM Jatim, Selasa (25/8/2026).
Ketua LHKP PWM Jatim, Dr Mukayat Al Amin, mengatakan forum tersebut digelar untuk melihat secara langsung sejauh mana program prioritas nasional itu berjalan. Ia menilai perbincangan mengenai MBG selama ini banyak berlangsung di media sosial, termasuk kritik terhadap pelaksanaannya.
“Dialog ini dalam rangka untuk ngangsu ilmu. Sampai di manakah program MBG sebagai program prioritas nasional itu bekerja. Karena yang di medsos luar biasa nyinyiran dan lain sebagainya,” ujar Mukayat.
Menurut Mukayat, kritik publik perlu dihadapi dengan pembahasan yang lebih terukur. Karena itu, LHKP PWM Jatim menghadirkan pihak yang terlibat dalam pengelolaan program serta akademisi untuk membahas persoalan MBG dari berbagai sisi.
Ia juga menaruh perhatian pada keterlibatan kader Muhammadiyah di Badan Gizi Nasional (BGN). Mukayat berharap keberadaan Dr. Mariman Darto, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, dapat ikut mendorong perbaikan pengelolaan MBG agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.
“Saya berharap Mas Mariman nanti MBG itu jauh lebih baik programnya. Karena itu cita-cita baik, ngasih makan orang. Itu kan, cita-cita KH Ahmad Dahlan dan juga republik ini,” lanjutnya.
Dialog tersebut menghadirkan Dr. Ir. Ahmad Rizqi Sadiq, Anggota DPR RI Komisi XI, dan Dr. Mariman Darto dari BGN sebagai narasumber. Forum juga menghadirkan Prof. Dr. Mundakir, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus Ketua MPKU PWM Jatim, bersama jajaran pimpinan PWM dan LHKP Jatim.
Pembahasan diarahkan pada persoalan gizi, penggunaan anggaran, serta kepentingan masyarakat dalam pelaksanaan MBG. LHKP PWM Jatim menempatkan forum ini sebagai ruang untuk menguji program tersebut berdasarkan pengalaman pelaksanaan dan pandangan dari pihak pihak yang terlibat langsung.
Bagi Mukayat, MBG tetap memiliki tujuan yang perlu dijaga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. Ia berharap evaluasi terhadap program tidak berhenti pada kritik, tetapi menghasilkan perbaikan dalam pelaksanaannya.
“Karena itu cita-cita baik, kita harus terus mengujinya dengan baik,” jelasnya.
*) Penulis: Fatin Azmi Fauziyah














