MAKLUMAT – Harga sejumlah BBM nonsubsidi kembali naik mulai Rabu (2/9/2026). Pertamina menaikkan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp19.150 per liter, sementara BP Ultimate naik menjadi Rp19.330 per liter.
Kenaikan paling besar di produk Pertamina terjadi pada Pertamax Green 95. Harga BBM RON 95 itu melonjak Rp2.550 dari sebelumnya Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.
Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Turbo dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Harga Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex meningkat dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax tetap Rp15.950 per liter. Pemerintah juga tidak mengubah harga BBM bersubsidi. Pertalite masih Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
BP dan Shell Ikut Naik
Penyesuaian harga juga terjadi di SPBU BP-AKR. Harga BP Ultimate kini mencapai Rp19.330 per liter, naik dari sebelumnya Rp16.760 per liter.
BP Ultimate Diesel juga mengalami kenaikan. Harganya kini Rp25.420 per liter, dari sebelumnya Rp21.910 per liter. Sedangkan BP 92 tidak mengalami perubahan dan tetap Rp16.130 per liter.
Di SPBU Shell, harga Shell V-Power Diesel naik dari Rp21.910 menjadi Rp25.420 per liter. Namun, Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia.
Adapun harga Vivo Revvo 92 masih bertahan di Rp16.130 per liter. Untuk Diesel Primus dan Revvo 95, stok belum tersedia sehingga harganya tidak tercantum pada papan harga SPBU.
Daftar Harga BBM 2 September 2026
1.Pertamina
-Pertalite: Rp10.000 per liter
-Biosolar: Rp6.800 per liter
-Pertamax: Rp15.950 per liter
-Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
-Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
-Dexlite: Rp23.700 per liter
-Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
2.BP-AKR
-BP 92: Rp16.130 per liter
-BP Ultimate: Rp19.330 per liter
-BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter
3.Shell
-Shell Super: belum tersedia
-Shell V-Power: belum tersedia
-Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter
-Shell V-Power Nitro+: belum tersedia
4.Vivo
-Revvo 92: Rp16.130 per liter
-Diesel Primus: belum tersedia
-Revvo 95: belum tersedia
5.BBM Nonsubsidi Makin Mahal, Konsumen Perlu Bersiap
Kenaikan harga BBM nonsubsidi langsung meningkatkan biaya operasional bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi maupun pelaku usaha yang bergantung pada mobilitas.
Pertamax Green 95 mencatat lonjakan cukup besar, yakni Rp2.550 per liter. Kenaikan juga terjadi pada BBM diesel, yang berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan transportasi karena produk diesel banyak digunakan kendaraan niaga.
Di sisi lain, harga Pertalite dan Biosolar yang merupakan BBM bersubsidi tetap. Kondisi ini membuat konsumen memiliki pilihan untuk tetap menggunakan BBM bersubsidi sesuai ketentuan, sementara pengguna BBM nonsubsidi harus menyesuaikan pengeluaran.
Perbedaan harga antarproduk juga menjadi faktor penting bagi konsumen dalam menentukan pilihan BBM. Dengan kenaikan yang terjadi secara bertahap, masyarakat perlu memperhitungkan kembali biaya perjalanan dan operasional harian.













