Survei Prabowo-Gibran Jomplang 17,5 Persen, Pembagian Peran Jadi Sorotan

survei prabowo-gibran

MAKLUMAT – Survei Arus Survei Indonesia (ASI) menunjukkan jarak tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 17,5 poin persentase. Temuan ini memunculkan sorotan terhadap pembagian peran keduanya dalam pemerintahan.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan terhadap Prabowo mencapai 57,6 persen. Sementara kepuasan publik terhadap Gibran hanya berada di angka 40,1 persen.

Direktur Eksekutif ASI Ali Rif’an menyebut selisih kepuasan tersebut menjadi salah satu temuan penting dalam survei nasional bertajuk Evaluasi Kinerja dan Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dipaparkan di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

“Gap ini menurut saya harus diselesaikan,” kata Ali Rif’an, dikutip Senin (14/9/2026).

Kepuasan terhadap Prabowo Masih di Atas 50 Persen

Survei ASI mencatat mayoritas responden masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja Prabowo.

Sebanyak 57,6 persen responden menyatakan puas. Angka tersebut terdiri atas 9 persen yang mengaku sangat puas dan 48,6 persen cukup puas.

Sebaliknya, 40,6 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja Prabowo. Rinciannya, 34 persen kurang puas dan 6,6 persen sangat tidak puas.

Angka tersebut menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Prabowo masih berada di atas 50 persen.

Baca Juga  Viva Yoga: Program Kerakyatan Prabowo Perlu Dukungan Pemuda Muhammadiyah

Kepuasan terhadap Gibran Lebih Rendah

Kondisi berbeda terlihat dalam penilaian terhadap Gibran. Tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Presiden hanya mencapai 40,1 persen.

Dari angka tersebut, 4,1 persen responden menyatakan sangat puas dan 36 persen cukup puas.

Sementara itu, 54,4 persen responden mengaku tidak puas terhadap kinerja Gibran. Sebanyak 39,7 persen menyatakan kurang puas dan 14,7 persen sangat tidak puas.

Masih ada 5,5 persen responden yang tidak memberikan jawaban. Perbedaan tersebut membuat jarak tingkat kepuasan antara Prabowo dan Gibran mencapai sekitar 17,5 poin persentase.

ASI Soroti Gap Prabowo-Gibran

Ali Rif’an menilai selisih kepuasan tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan pasangan presiden dan wakil presiden pada periode sebelumnya.

Ia membandingkannya dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada periode 2019-2024. Menurut Ali, tingkat kepuasan terhadap Jokowi dan Ma’ruf tidak menunjukkan jarak sebesar yang terlihat dalam survei Prabowo-Gibran.

“Ini termasuk interval tertinggi antara kepuasan Presiden dan Wapres RI,” ujar Ali.

Menurutnya, perbedaan penilaian publik tersebut perlu menjadi perhatian pemerintahan Prabowo-Gibran.

Bukan Sekadar Angka Survei

Gap 17,5 poin persentase tidak hanya menunjukkan perbedaan tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo dan Gibran. Angka tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi mengenai bagaimana publik melihat kinerja serta kontribusi masing-masing pemimpin.

Baca Juga  Bayi Panda ‘Rio’ Lahir, Prabowo–Wang Huning Sepakat Perkuat Kemitraan Indonesia–Tiongkok

Prabowo sebagai presiden memiliki ruang kebijakan dan eksposur publik yang lebih besar. Sementara Gibran perlu menunjukkan peran yang lebih mudah dikenali masyarakat melalui program dan kerja pemerintahan yang berdampak langsung.

Karena itu, temuan ASI dapat menjadi alarm bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memperjelas pembagian peran sekaligus memperkuat komunikasi publik. Jika jarak persepsi tersebut terus melebar, evaluasi terhadap kinerja pemerintahan bukan hanya menyangkut capaian program, tetapi juga efektivitas kepemimpinan pasangan presiden dan wakil presiden.