Hari Ketiga Pencarian Virgo Transport 8, Basarnas Kerahkan KRI Canopus-936 Cari Korban di Bawah Permukaan Laut

KRI Canopus dikerahkan dalam pencarian KM Virgo Transport 8.

MAKLUMAT — Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki hari ketiga, Selasa (15/9). Basarnas mengerahkan KRI Canopus-936 untuk memperkuat pencarian di bawah permukaan laut setelah kondisi cuaca menghambat pengerahan tim penyelam pada hari kedua.

Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i mengatakan, tim penyelam yang telah disiapkan, termasuk personel Kopaska TNI AL, tim penyelam khusus TNI AL, dan personel Basarnas, belum dapat diturunkan karena kondisi cuaca di lokasi belum memungkinkan.

“KRI Canopus dalam perjalanan dan tiba di lokasi pada Selasa (15/9) pagi untuk mendukung pencarian bawah air menggunakan teknologi yang tersedia di kapal tersebut sebagai alternatif menghadapi kendala cuaca yang membatasi pengerahan penyelam,” kata Syafi’i dikutip dari Antara.

KRI Canopus akan mendukung pencarian bawah laut dengan sejumlah teknologi, antara lain drone bawah air, multibeam echo sounder, dan remotely operated vehicle (ROV).

Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi dan memetakan kondisi bawah laut, termasuk membantu menemukan korban maupun bagian kapal yang menjadi sasaran pencarian.

Tim penyelam tetap disiapkan untuk dikerahkan apabila kondisi cuaca telah memungkinkan operasi bawah air dilakukan secara aman.

Baca Juga  Tiga Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Ditemukan di Hari Kesembilan Pencarian

Menhub: 114 Korban Ditemukan

Hingga Senin (14/9) pukul 22.00 Wita, sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.

“Jadi total yang sudah ditemukan berjumlah 114 orang, dengan rincian 108 penumpang selamat dan 6 orang meninggal dunia,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9) malam.

Dari 114 korban tersebut, sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Rinciannya 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Satu korban meninggal lainnya dievakuasi ke Lanud Syamsudin Noor, Banjarbaru, dan telah diserahkan kepada Tim DVI Mabes Polri untuk pemeriksaan medis lanjutan.

Sementara satu korban selamat tiba di Lanud Syamsudin Noor setelah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari lokasi kecelakaan.

Sebanyak 26 korban lainnya masih dalam proses evakuasi dari lokasi menuju Pelabuhan Trisakti. Mereka terdiri atas 22 korban selamat dan empat korban meninggal dunia.

Dengan total 243 orang dalam manifest dan 114 korban telah ditemukan, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.

Lebih dari 600 Personel Dikerahkan

Dudy mengatakan jumlah personel gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian telah bertambah menjadi lebih dari 600 personel.

Baca Juga  Basarnas Beri Penghargaan Pemkab Sidoarjo atas Dukungan Operasi SAR di Ponpes Al-Khoziny

Ia berharap penambahan kekuatan tersebut dapat mengoptimalkan proses pencarian dan menemukan lebih banyak penumpang yang selamat.

“Saya berharap cuaca di lokasi kejadian dalam kondisi baik, sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar. Saya juga terus mengingatkan agar seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini senantiasa mengedepankan aspek keselamatan dan perkuat koordinasi di lapangan,” terang Dudy.

Operasi hari ketiga juga diperkuat KN SAR Laksmana 241 dan unsur pencarian lainnya. Koordinasi dengan armada lain serta SRU udara terus dilakukan untuk memperluas area pencarian.

Penumpang Selamat Ditangani Sesuai Kondisi

Dudy mengatakan penumpang selamat yang membutuhkan penanganan medis akan dirujuk ke rumah sakit.

Sementara penumpang yang kondisinya cukup baik akan diserahkan kepada operator pelayaran untuk kemudian diantarkan kembali ke rumah masing-masing.

Penanganan tersebut dilakukan seiring proses evakuasi korban dari lokasi kecelakaan menuju titik-titik penanganan yang telah disiapkan.

Kapal Tidak Overload

Terkait kondisi kapal, Dudy mengatakan, Virgo Transport 8 tidak mengalami kelebihan muatan saat melakukan pelayaran.

Menurut informasi yang diterimanya, kapasitas kapal bahkan tidak terisi secara maksimal.

“Perlu diketahui, Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” tutur Dudy.

Baca Juga  Update KM Virgo Transport 8: Tenggelam di Laut Jawa, 115 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

KNKT Mulai Investigasi

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi awal.

KNKT mengumpulkan data terkait spesifikasi kapal serta melakukan wawancara dengan penumpang dan awak kapal yang selamat.

Investigasi tersebut dilakukan secara paralel dengan operasi SAR untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) dengan membawa 243 orang berdasarkan manifest.***