MAKLUMAT – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan kerakyatan dan cita-cita Marhaenisme. Tantangan teknologi dan digitalisasi menuntut organisasi untuk terus berkembang, sekaligus mempertahankan ideologi perjuangannya.
Hal tersebut disampaikan Deni Wicaksono setelah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur dalam Konferensi Daerah (Konferda) V di Surabaya, Sabtu (31/10/2026).
Deni menegaskan, perubahan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi organisasi. Karena itu, GMNI perlu bersikap adaptif dan terbuka terhadap perkembangan baru, tetapi tidak boleh kehilangan orientasi perjuangan yang berpihak kepada rakyat.
“Perubahan zaman menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi dan digitalisasi. Karena itu, organisasi harus adaptif, tetapi tetap berpijak pada nilai perjuangan kerakyatan dan cita-cita Marhaenisme,” ujar Deni yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.
Menurutnya, nilai-nilai Marhaenisme harus tetap menjadi landasan dalam merumuskan arah gerakan dan kontribusi organisasi terhadap masyarakat. Pergulatan pemikiran juga diperlukan agar alumni GMNI mampu melahirkan gagasan yang relevan dengan persoalan dan kebutuhan rakyat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Deni menilai konsolidasi organisasi menjadi agenda penting kepengurusan mendatang. Seluruh elemen alumni, mulai dari senior hingga generasi muda, perlu terhubung dan terlibat dalam berbagai agenda perjuangan.
“Konferda ini menjadi ruang untuk menyatukan kembali kekuatan organisasi dan mempertemukan berbagai pemikiran. Kami ingin senior, alumni, dan kader muda tetap terhubung serta bersama-sama memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Deni menyampaikan, kepercayaan kembali memimpin PA GMNI Jawa Timur merupakan amanah yang harus dijalankan bersama. Ia mengapresiasi seluruh peserta Konferda yang telah menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya sekaligus memberikan mandat untuk melanjutkan kepemimpinan bersama Syaifuddin Zuhri sebagai sekretaris.
“Kepercayaan ini merupakan amanah dari seluruh peserta Konferda yang harus kami jalankan bersama. Kami berterima kasih atas penerimaan laporan pertanggungjawaban dan dukungan yang diberikan. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat PA GMNI Jawa Timur,” ungkap Sekretaris PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.
Terpilihnya kembali Deni Wicaksono dan Syaifuddin Zuhri diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi alumni, mengembangkan kapasitas organisasi, serta memperluas kontribusi PA GMNI Jawa Timur bagi masyarakat.
Dengan demikian, organisasi tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap konsisten menjaga nilai perjuangan kerakyatan dan cita-cita Marhaenisme sebagai pijakan gerakan.













