MAKLUMAT — Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti kondisi politik Indonesia yang dinilainya semakin liar. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto menghidupkan kembali politik yang berkeadaban agar masyarakat tidak merasa takut dan kehilangan ketenteraman di negaranya sendiri.
Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui akun X pribadinya, @SBYudhoyono, Rabu (4/11/2026). Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap praktik politik yang seolah membenarkan segala cara demi memperoleh kekuasaan.
“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tulisnya.
SBY menilai praktik politik semacam itu dapat berdampak pada kehidupan masyarakat. Ia khawatir situasi politik yang tidak terkendali membuat rakyat merasa takut dan tidak tenteram tinggal di negaranya sendiri.
Karena itu, ia menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo agar mengambil langkah untuk mengembalikan keadaban dalam kehidupan politik nasional. Menurutnya, upaya tersebut merupakan tanggung jawab sejarah sekaligus amanah rakyat.
“Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat,” tulis SBY.
Ia berharap Prabowo mendapat kekuatan dan tuntunan Tuhan dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. SBY juga menyebut pesannya sebagai pengingat dari seorang senior bangsa yang perlu direnungkan bersama.
Unggahan itu mendapat perhatian luas pengguna X. Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah meraih sekitar 8 juta tayangan, 242 ribu tanda suka, 97 retweet, dan 5 ribu komentar.
Salah satu tanggapan datang dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. Ia menilai pesan SBY perlu menjadi bahan refleksi bagi para elite politik, terutama mereka yang sedang memegang kekuasaan.
Jansen mengakui kekuasaan memiliki daya tarik besar dalam kehidupan politik. Namun, menurutnya, keinginan memperoleh kekuasaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan prinsip moral.
“Saya kira pesan Pak SBY ini harus jadi renungan bagi kita semua elite politik di bangsa ini, khususnya yang sekarang sedang dan masih memegang dan menjalankan ‘power’,” tulis Jansen.
Ia menjelaskan bahwa politik tidak semestinya dipahami sebatas persaingan untuk memperoleh dan mempertahankan jabatan. Ada tanggung jawab moral yang harus dijaga oleh setiap orang yang menjalankan kekuasaan karena tindakan elite politik turut menentukan kehormatan bangsa di hadapan rakyat dan dunia internasional.
Jansen juga menilai persaingan memperoleh kekuasaan merupakan bagian dari kehidupan politik di berbagai negara. Meski demikian, kompetisi tersebut tetap harus berjalan dalam batas etika, keadaban, dan aturan hukum.
“Kekuasaan itu diadakan memang untuk ‘diperebutkan’ dan dikompetisikan. Sudah begitu di seluruh dunia ini. Tetapi untuk kita semua para ‘pemain’ ini, etika, keadaban dan aturan hukum tidak boleh kita langgar dan korbankan. Kalau tidak negaranya yang akan rusak,” tulisnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki













