BEM PTMAI Zona V Jatim-Bali Dikukuhkan, Emil Dardak: Ruang Penting Asah Kedewasaan, Kerja Sama, dan Kepemimpinan

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menyampaikan arahan dalam Opening Ceremony Pengukuhan dan Rakerwil BEM PTMAI Zona V Jatim-Bali di Umsida, Kamis (29/1/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa capaian akademik saja tidak cukup menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Emil, mahasiswa penting untuk melengkapi dirinya dengan pengalaman kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan menyelesaikan persoalan melalui organisasi kemahasiswaan.

Hal itu ia sampaikan ketika menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona V Jawa Timur-Bali, yang digelar di Kampus I Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Kamis (29/1/2026).

Emil menegaskan, mahasiswa saat ini hidup pada era dengan perubahan yang sangat cepat dan penuh tantangan. “Ijazah itu penting, tapi hanya satu dimensi. Ada dimensi lain yang sama pentingnya, yaitu pengalaman, mental, dan kemampuan berinteraksi,” ujarnya.

Menurutnya, dunia kerja dan kehidupan sosial menuntut individu yang mampu bekerja sama, beradaptasi, serta menyelesaikan persoalan yang tidak selalu ideal.

Hal-hal tersebut, kata Emil, tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas, melainkan pengalaman nyata selama menjadi mahasiswa. Keberhasilan seseorang, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan formal.

Tantangan justru akan semakin besar apabila mahasiswa hanya mengandalkan capaian akademik tanpa dibarengi pengalaman nonakademik. Namun,  ia menilai mahasiswa masih memiliki peluang besar untuk melengkapi diri selama masa studi.

Baca Juga  Putusan MK dan Tantangan Bagi Sekolah Swasta Menjaga Mutu Pendidikan

“Kampus menyediakan ruang-ruang pengembangan diri yang dapat dimanfaatkan  maksimal jika mahasiswa aktif dan berani mengambil peran,” tuturnya.

Lebih lanjut, Emil menyebut bahwa berorganisasi dapat melatih mahasiswa menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir, bersikap, dan bekerja sama.

“Berorganisasi itu artinya harus bisa berinteraksi, bekerja sama dengan orang lain, dan menyelesaikan masalah. Pengalaman seperti ini akan sangat berharga di masa depan,” tegasnya.

Seperti BEM PTMAI Zona V yang tidak hanya memperkuat solidaritas, tetapi juga membuka jejaring kepemimpinan mahasiswa Muhammadiyah di tingkat regional hingga nasional. Emil mengapresiasi kehadiran dan antusiasme mahasiswa dari berbagai kampus Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Timur–Bali.

Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan masa studinya secara optimal sebagai investasi jangka panjang. “Kesempatan menjadi mahasiswa itu terbatas. Kalau akademik berjalan dan organisasi hidup, itu menjadi modal besar menghadapi masa depan,” tandas mantan Bupati Trenggalek itu.

“BEM menjadi ruang penting untuk mengasah kedewasaan, kemampuan bekerja sama, serta kepemimpinan yang kelak sangat dibutuhkan ketika mahasiswa terjun ke masyarakat,” tambahnya.

Posisi Strategis Jawa Timur

Acara yang mengangkat tema “Merawat Peran Mahasiswa, Menata Arah Gerak untuk Indonesia” dan diikuti oleh perwakilan 19 universitas dari total 25 PTMA yang tergabung dalam BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali itu, dibuka langsung oleh Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi.

Baca Juga  Perguruan Tinggi Harus Menjadi Penggerak Transformasi Sosial dan Ekonomi Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Hidayatulloh menilai bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam peta PTMA di Indonesia, baik secara jumlah perguruan tinggi, dinamika mahasiswa, maupun peran aktif dalam gerakan keumatan dan kebangsaan. Sebab itu, mahasiswa yang tergabung dalam Zona V Jawa Timur–Bali diharapkan mampu menjadi rujukan sekaligus motor penggerak gerakan mahasiswa Muhammadiyah di tingkat nasional.

“Zona V ini memiliki potensi besar untuk menjadi barometer gerakan mahasiswa Muhammadiyah Indonesia, dengan terus membangun sinergi yang kuat antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium Nasional BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali, Bagus Arif RR, menyebut bahwa kegiatan kali ini merupakan momentum awal bagi kepengurusannya yang masih baru.

Dalam sambutannya, Bagus Arif juga menjelaskan terkait pembagian wilayah di Zona V, yang terbagi menjadi tiga koordinator, yakni Koordinator Tapal Kuda, Koordinator Pantura, dan Koordinator Mataraman.

Ia berharap agar kepengurusan baru BEM PTMAI Zona V Jawa Timur-Bali dapat melakukan kerja-kerja nyata dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“Kami berharap kepengurusan BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali ke depan mampu memberikan kebermanfaatan dan dampak nyata, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat umum serta Persyarikatan Muhammadiyah,” harap mahasiswa Umsida itu.

Baca Juga  Umsida Raih 3 Penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025, Tegaskan Posisi sebagai Perguruan Tinggi Unggul

Sekadar diketahui, selain Dr Hidayatulloh MSi dan Emil Elestianto Dardak, Koordinator Presidium Nasional BEM PTMAI Yogi Syahputra Alidrus juga tampak hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Selain itu, tampak hadir pula Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia yang mewakili Bupati Sidoarjo, M Hudori SKom MIKom; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo Prof Dr A Dzoul Milal MPd; serta Dandim dan Babinsa Sidoarjo.

Usai pengukuhan pengurus, Rakerwil BEM PTMAI Zona V Jawa Timur–Bali dilaksanakan selama dua hari di Graha Umsida, Trawas, Mojokerto.