Cerita Mahasiswa Indonesia di Iran: Malam Lailatul Qadar dan Rayakan Terpilihnya Mojtaba Khamenei

Ribuan warga Iran turun ke jalanan Teheran merayakan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru di malam lailatul qadar di Bulan Ramadan. (Foto: tangkapan layar)

MAKLUMAT — Salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan mahasiswa S2 di Ahlul Bayt University Iran, Agiel Laksamana Putra, menceritakan situasi di ibu kota Teheran usai terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar) baru pada Senin (9/3/2026) waktu setempat.

Seperti diketahui, Majelis Pakar—otoritas beranggotakan 88 ulama senior Iran yang berwenang mengangkat, mengawasi, dan memberhentikan pemimpin tertinggi—pada Senin (9/3/2026) telah mengumumkan penunjukan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi ketiga, menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

Melalui akun Instagram pribadinya, Agiel membagikan pengalamannya di malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan 1447 Hijriah sembari merayakan terpilihnya Rahbar baru Iran.

Agiel mengungkapkan, warga Iran di Teheran serta berbagai kota lain di negara tersebut turun ke jalan, menghidupkan malam Lailatul Qadar sembari merayakan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Rahbar baru.

“Dalam kondisi perang, di tengah ancaman serangan yang bisa saja tiba-tiba jatuh di tengah kerumunan ini. Tapi warga Teheran, dan di hampir seluruh wilayah di Iran, mereka turun ke jalan. Mengidupkan malam-malam turunnya Al-Quran, malam yang sangat spesial di Bulan Ramadan,” ungkapnya, Senin (9/3/2026).

Baca Juga  Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Waspada, Cek Keamanan dan Jadwal Penerbangan

“Mereka ini turun ke jalan, sejak setelah magrib. Hingga subuh tadi, suasana jalanan di Teheran menjadi semakin hidup. Syair-syair, doa-doa, dan lantunan ayat Al-Quran menerangi pusat Teheran,” sambung alumnus Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu.

Pengumuman Majelis Khubregon Rahbari alias Majelis Pakar—otoritas beranggotakan 88 ulama senior Iran yang berwenang memilih dan mengangkat, mengawasi, serta memberhentikan Pemimpin Tertinggi atau Rahbar—yang menyampaikan terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai Rahbar, membuat lautan massa warga Iran di jalanan bersorak dan merayakan hal tersebut.

“Teriak warga semakin bersemarak. Tak ada penolakan, juga tak ada protes. Seakan semua ikut sepakat, meski tak ikut memilih. Sebab, pemilihan Rahbar menjadi tanggung jawab majelis khubregon rahbari yang isinya para ayatullah (ulama besar),” kisahnya.

Tak cuma merayakan, Agiel menyebut massa malam itu juga menyerukan slogan-slogan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel, yang tengah melancarkan serangan militer ke Iran.

“Tepat di malam Lailatul Qadar, Khamenei Muda terpilih. Teriakan demi teriakan “Matilah Amerika! Matilah Israel” menggema di pusat ibu kota. Hari-hari pembalasan ke depan akan menjadi hari-hari terburuk AS dan Israel!” tandas Agiel.

Sebagai informasi, perang antara AS-Israel dan Iran meletus usai pasukan AS dan Israel melancarkan serangan militer ke sejumlah titik di ibu kota Teheran serta beberapa kota lain di Iran pada Senin (28/2/2026) lalu.

Baca Juga  Jika Selat Hormuz Ditutup, Siap-Siap Harga BBM dan Ongkir di Indonesia Melejit

Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah tokoh pejabat dan petinggi militer Iran.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran langsung melancarkan serangan balasan dengan meluncurkan salvo drone dan rudal balistik ke Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Yordania, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, hingga Arab Saudi.