Dampingi Penyintas Banjir Batu Hula Tapsel, KawanMu Perkuat Pemulihan Psikososial dan Solidaritas Warga

Beberapa relawan KawanMu yang diterjunkan di Desa Batu Hula, Tapanulis Selatan. (Foto: Dok. KawanMu)

MAKLUMAT — Relawan Psikososial MPKS PP Muhammadiyah yang tergabung dalam Korps Relawan Sosial Muhammadiyah (KawanMu) berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada masyarakat penyintas banjir di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Pendampingan difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis, penguatan relasi sosial, serta pengembalian rutinitas harian masyarakat pascabencana.

Pendekatan awal dilakukan melalui interaksi hangat bersama para ibu penyintas. Relawan menginisiasi obrolan santai dan dialog ringan sebagai sarana membangun rasa aman dan kepercayaan. Melalui ruang komunikasi tersebut, para ibu diberi kesempatan mengekspresikan perasaan, berbagi pengalaman, serta perlahan mengurangi beban emosional akibat bencana yang dialami.

Sementara itu, pendampingan kepada anak-anak dilakukan dengan pendekatan tematik berbasis aktivitas bermain. Relawan mengajak anak-anak mengikuti permainan edukatif dan kegiatan mengaji. Metode ini menjadi sarana penyaluran emosi secara positif, mengembalikan keceriaan, sekaligus memperkuat ketenangan batin dan spiritual anak-anak penyintas.

“Untuk menjaga kebugaran fisik dan menumbuhkan semangat kebersamaan, relawan juga menginisiasi kegiatan senam rutin yang melibatkan berbagai kelompok usia. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena mampu menciptakan suasana yang lebih segar, ceria, dan akrab di lingkungan posko pengungsian,” bunyi laporan KawanMu yang diterima Maklumat.id, Senina (19/1/2026).

Baca Juga  Lansia Penyintas Bencana di Pidie Jaya Bagikan Kisah Getirnya Kepada KawanMu saat PFA dan Pendampingan Psikososial

Selain itu, para relawan bersama masyarakat juga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan posko, khususnya area kamar mandi dan masjid. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kegiatan ini menjadi media untuk menghidupkan kembali nilai gotong royong serta kepedulian terhadap fasilitas umum.

Penguatan hubungan sosial juga dilakukan melalui kolaborasi dengan pengurus Aisyiyah setempat dalam kegiatan masak bersama. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi, aktivitas ini menjadi ruang kebersamaan antara relawan, organisasi lokal, dan masyarakat penyintas, sehingga terjalin hubungan yang lebih erat dan saling mendukung.

Dalam aspek spiritual, relawan bersama masyarakat menetapkan muadzin yang bertugas mengumandangkan azan lima waktu di lingkungan posko. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali rutinitas ibadah serta memberikan ketenangan spiritual bagi para penyintas banjir.

Di sisi lain, relawan KawanMu juga melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kondisi psikologis, kebutuhan dasar, dan tingkat kerentanan masyarakat terdampak. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan psikososial lanjutan yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan psikososial yang dilaksanakan Relawan Psikososial KawanMu di Desa Batu Hula berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat. Program ini diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam proses pemulihan psikososial sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan spiritual masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan pascabencana.

Baca Juga  Solidaritas Lintas Pulau, Muhammadiyah Jatim Salurkan Bantuan Rp3 Miliar Pulihkan Langkat dan Aceh Tamiang