Lansia Penyintas Bencana di Pidie Jaya Bagikan Kisah Getirnya Kepada KawanMu saat PFA dan Pendampingan Psikososial

Tim KawanMu saat melakukan PFA dan pendampingan psikososial bagi lansia penyintas bencana di Posko Meunasah Balek, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (24/1/2026). (Foto: KawanMu)

MAKLUMAT — Salah seorang penyintas bencana yang lanjut usia (lansia) di Posko Meunasah Balek, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menceritakan pengalaman getirnya ketika menghadapi banjir bandang dan tanah longsor yang melanda daerahnya.

Kisah tersebut ia ceritakan kepada tim Korps Relawan Sosial Muhammadiyah (KawanMu) Aceh yang memberikan layanan Psychological First Aid (PFA) dan intervensi psikososial kepada penyintas lansia yang mengungsi di Posko Meunasah Balek, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (24/1/2026).

Pendampingan dilakukan KawanMu merupakan respons atas dampak banjir bandang dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan parah pada rumah dan harta benda penyintas.

Dalam sesi PFA, lansia tersebut mengisahkan saat air bercampur lumpur menerjang dan masuk ke kediamannya hingga setinggi betis orang dewasa, merusak hampir seluruh isi rumah.

“Pada saat itu, air sambil membawa lumpur masuk ke dalam rumah kami,” kisah penyintas tersebut, sebagaimana keterangan yang diterima Maklumat.id pada Ahad (25/1/2026).

Ia mengungkapkan, persediaan beras habis terseret arus. Sejumlah perabot rumah tangga seperti kasur dan lemari tidak dapat diselamatkan karena terendam air dan lumpur dalam waktu lama. Bahkan, tidak ada barang berharga yang berhasil diamankan.

Baca Juga  Banjir Bandang dan Longsor Terjang Pekalongan; 17 Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

“Alat-alat rumah tangga sudah habis terkena banjir. Air surut lama, lumpur belum juga hilang sampai sekarang. Kami sudah tidak punya apa-apa,” lanjutnya.

Saat ini, penyintas lansia tersebut tinggal sementara di lokasi pengungsian demi keamanan dan kenyamanan. Namun, pada siang hari ia kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa lumpur yang masih menempel di lantai dan dinding.

Upaya tersebut ia lakukan secara mandiri sebagai bentuk ikhtiar memulihkan kondisi tempat tinggalnya, meski keterbatasan fisik menjadi tantangan tersendiri. “Ya, perlahan kami ikhtiar membersihkan rumah walaupun sendiri,” katanya.

Kisah ini mencerminkan dampak banjir bandang terhadap kelompok rentan, khususnya lansia, yang membutuhkan perhatian, pendampingan, serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak—baik pemerintah maupun relawan kemanusiaan—dalam proses pemulihan pascabencana.

Sekretaris Tim KawanMu Aceh, Nabilah Maulidah Nur Rizki, menyebut bahwa melalui layanan Psychological First Aid (PFA) dan intervensi psikososial tersebut, KawanMu menegaskan komitmen untuk terus memberikan pelayanan kepada seluruh penyintas bencana, sebagai upaya pemulihan psikososial pascabencana besar yang melanda.