Dari Dimensi Spiritual hingga Sosial, Zakat sebagai Upaya dan Solusi Pengentasan Kemiskinan

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr Muhammad Sholihin Fanani MPSDM. (Foto: Dian Arif Fajar/ IST)

MAKLUMAT — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr Muhammad Sholihin Fanani MPSDM, mengajak umat Islam untuk segera menunaikan zakat.

Menurut dia, zakat tidak hanya sebagai kewajiban dalam rukun Islam yang berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang tinggi, sekaligus dapat menjadi salah satu upaya dan solusi dalam mengentaskan kemiskinan.

“Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki banyak dimensi dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, dimensi spiritual, di mana zakat merupakan perintah Allah yang wajib ditunaikan bagi umat Islam dan ukuran ketaatan seorang muslim untuk menjalankan perintah-perintah Allah Swt,” ujarnya kepada Maklumat.id, Rabu (25/2/2026).

Menurut muballigh yang akrab disapa Abah Shol itu, zakat juga mengandung dimensi moral. Zakat, kata dia, dapat membentuk pribadi muslim yang pandai bersyukur dan jujur.

“Dalam dimensi ini, bahwa seseorang yang rajin mengeluarkan zakat akan memiliki sifat yang qana’ah, tidak rakus,” sebutnya.

Hal yang tak kalah penting, zakat juga sarat akan dimensi sosial. Menurutnya, zakat akan dapat membantu sesama manusia yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Ada sifat tolong-menolong dan peduli di antara sesama. Apalagi di dalam kehidupan yang serba sulit,” kata pria yang juga pernah menjabat Kepala SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya itu.

Baca Juga  Sambut Ramadan, Korwil IV MUI Jatim Sampaikan Sejumlah Seruan Berikut!

Dengan pengelolaan dan manajemen yang baik dan tepat, lanjut Sholihin, zakat juga disebutnya dapat menjadi salah satu upaya sekaligus solusi dalam mengatasi ketimpangan sosial serta mengentaskan kemiskinan.

“Zakat dapat menjadi salah satu solusi untuk memberantas dan mengentaskan kemiskinan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Sholihin menyebut bahwa zakat juga memiliki dimensi profesional. Zakat perlu dikelola dengan profesional, sehingga akan menghasilkan dampak yang yang lebih besar.

“Saya berharap penghimpunan dana zakat dapat dilakukan secara profesional dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak untuk mendapatkan. Jika zakat dikelola dengan baik Insya Allah akan banyak masalah ekonomi dan sosial yang dapat diatasi,” pesannya.

“Saya yakin dan percaya bahwa masyarakat kita memiliki kesadaran yang sangat tinggi berzakat terutama di bulan suci Ramadan. Apakah hasil dari zakat ini bisa dikelola dan di-manage dengan baik, maka dampaknya akan luar biasa,” pungkas Sholihin.