Figur-figur Muda Mencuat di Persaingan Seleksi Sekda Kota Batu 2026

Pemkot Batu. (Foto: tangkapan layar)

MAKLUMAT — Persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu memunculkan beberapa nama yang diprediksi potensial, termasuk dari figur-figur muda dari internal Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Wali Kota Batu, Nurochman, mengungkapkan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di internal Pemkot Batu mulai mencuat dan menunjukkan komitmen untuk bersaing dalam Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Tahun 2026.

“Sekarang di internal, banyak yang mulai terlihat komitmen-komitmennya. Kami masih berharap kader-kader internal Pemkot Batu bisa mendaftarkan diri dan ikut berkompetisi,” ujarnya, dikutip Times Indonesia pada Ahad (12/4/2026).

Seleksi terbuka ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Batu untuk menentukan figur Sekda definitif yang dinilai mampu mengawal roda pemerintahan secara profesional dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, Santi Restuningsasi, menegaskan bahwa seleksi ini memiliki aturan ketat, khususnya terkait batas usia. Kandidat tidak diperbolehkan berusia lebih dari 58 tahun saat pelantikan.

“Batas usia sudah diatur, mereka yang saat ini berusia 58 tahun saat mendaftar pun tidak diperbolehkan, karena hitungannya adalah usia saat pelantikan nanti,” tegasnya.

Baca Juga  Alfi Nurhidayat, Insinyur yang Kini Resmi Jabat Sekretaris Daerah Kota Batu

Tahapan seleksi sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 7 April hingga awal Juni 2026. Prosesnya meliputi seleksi administrasi, penilaian rekam jejak, assessment center, uji gagasan, wawancara, hingga tes kesehatan.

Hasil akhir seleksi rencananya akan diumumkan pada 5 Juni 2026 dan menjadi dasar bagi Wali Kota Batu dalam menetapkan Sekda definitif yang baru,” terang Santi.

Aturan batas usia tersebut otomatis menggugurkan sejumlah pejabat senior di lingkungan Pemkot Batu. Nama-nama senior yang dinilai cocok mengemban jabatan tersebut, seperti Zadim Efisiensi, Eko Suhartono, Eny Rachyuningsih, Heru Yulianto, Ririk Mashuri, Wiwik Nuryati, Agoes Machmoedi, hingga Susetya Herawan, dipastikan tidak dapat mengikuti seleksi lantaran faktor usia.

Selain itu, syarat lain yang harus dipenuhi oleh kandidat adalah pengalaman minimal dua kali menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau setara eselon II B.

Dengan ketentuan tersebut, bursa kandidat Sekda Kota Batu diprediksi mengerucut pada sosok-sosok yang lebih muda, namun telah memiliki pengalaman memimpin dinas strategis.

Sejumlah figur yang namanya mulai mencuat sebagai kandidat kuat yang potensial dari internal Pemkot Batu, seperti Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PUPR, Alfi Nurhidayat.

Baca Juga  6 Kandidat Sekda Kota Batu Jalani Uji Kompetensi di BKD Jatim, Begini Prosesnya!

Selain itu sosok lain juga mencuat, seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mohammad Nur Adhim, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dyah Lies Tina, serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aditya Prasaja.