Perjalanan Lazismu Jatim Antar 5.000 Porsi Bakso untuk Tanwir Muhammadiyah di Palu

Petugas Lazismu Jatim di atas dek kapal menuju Palu. (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Sebanyak 5.000 porsi bakso dari Lazismu Jawa Timur akan disajikan dalam Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, 13-15 November 2026.

Untuk mengantarkan hidangan tersebut, Lazismu Jatim menempuh perjalanan darat dan laut dari Surabaya menuju Palu yang memakan waktu sekitar tiga hari.

Pengiriman dimulai dengan proses pemuatan barang di Gedung Kemanusiaan Lazismu Jatim, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Proses tersebut berlangsung hingga Sabtu (7/11/2026) pukul 06.00 WIB. Setelah itu, tim membawa muatan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan tiba sekitar pukul 08.00 WIB.

Lazismu Jatim menugaskan dua staf Program bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan, yakni Muhammad Halim Rojab El-Karim dan Salman Isnason, untuk mengawal pengiriman. Keduanya berangkat menggunakan KM Dharma Kencana V pada Sabtu (7/11/2026).

Kapal yang semula dijadwalkan bertolak pukul 09.00 WIB ternyata baru meninggalkan pelabuhan sekitar pukul 12.00 WIB. L

Halim menjelaskan, bahwa pemilihan jadwal keberangkatan juga mempertimbangkan ketersediaan kapal yang melayani rute tersebut.

“Yang paling menantang tentu menjaga bakso sebanyak itu masih segar hingga hari pendistribusian,” kata Halim kepada Maklumat.id.

Perjalanan dari Surabaya menuju Palu diperkirakan berlangsung sekitar tiga hari. Kapal akan transit di Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Palu. Selama perjalanan, Halim dan Salman harus memastikan kondisi bakso tetap terjaga sampai tiba di lokasi kegiatan.

Baca Juga  Safari Dakwah Ramadan 1447 H Lazismu Jatim: Dua Imam Asal Palestina Syiar di 13 Daerah, Catat Jadwalnya!

Bakso yang dikirim untuk Tanwir merupakan hasil pengolahan daging kurban Iduladha 2026. Lazismu Jatim mengolah sejumlah daging kurban menjadi produk makanan yang memiliki masa simpan lebih panjang agar bisa dimanfaatkan dalam waktu berbeda.

Program pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya Lazismu Jatim memperluas manfaat daging kurban. Selain bakso, lembaga ini juga mengolah daging menjadi kornet dan rendang dalam kemasan kaleng.

Produk-produk tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan distribusi saat terjadi bencana maupun kegiatan Muhammadiyah.

“Program ini agar daging kurban tidak langsung habis. Ada yang disisihkan untuk diolah menjadi makanan yang tahan lama, sehingga kebermanfaatannya lebih luas,” ujar Halim.

Bakso menjadi salah satu produk unggulan Lazismu Jatim yang dapat didistribusikan dalam berbagai kegiatan. Produk tersebut pernah disiapkan untuk membantu penyintas bencana. Kali ini, Lazismu Jatim membawanya ke Tanwir Muhammadiyah sebagai bagian dari penyediaan konsumsi bagi peserta kegiatan.

Sementara itu, kepastian perjalanan pulang menuju Surabaya masih menunggu jadwal kapal dari Palu. Hingga Ahad (8/11/2026), jadwal pelayaran untuk rute tersebut belum dirilis.

Salah satu kemungkinan yang dipertimbangkan adalah perjalanan darat dari Palu menuju Makassar, kemudian dilanjutkan dengan kapal laut ke Surabaya.

Baca Juga  Pemberdayaan Masyarakat hingga Bencana NTT, LAZISMU Jatim Perkuat Aksi Kemanusiaan di Momentum Kemerdekaan

“Untuk pulangnya kami belum tahu. Sebab, per hari ini jadwal kapal dari Palu ke Surabaya belum dirilis,” jelas Halim.***

*) Penulis: M Habib Muzaki