MAKLUMAT — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) AR Fakhruddin Kota Yogyakarta meluncurkan buku berjudul “Futurologi Gerakan IMM”, sebagai langkah strategis memperkuat basis intelektual dan arah transformasi gerakan mahasiswa di era disrupsi.
Launching buku tersebut diharapkan dapat menjadi momentum reflektif sekaligus proyektif, dalam membaca masa depan gerakan IMM di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi.
Buku Futurologi Gerakan IMM ditulis oleh kader-kader IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta dan Sekretaris Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta M Rendi Nanda Saputra sebagai editor. Buku tersebut diterbitkan oleh MD Publisher (CV. Madrasah Digital Group), yang juga anggota IKAPI DIY.
“Karya ini lahir dari kegelisahan atas gejala stagnansi ide, rutinitas gerakan yang repetitif, serta melemahnya daya kritis organisasi dalam merespons perubahan zaman,” tulis sinopsis buku tersebut.
Sekretaris Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta, M Rendi Nanda Saputra, menegaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar kumpulan esai, melainkan tawaran konseptual tentang bagaimana IMM sebagai organisasi kader harus membaca tren masa depan secara kritis dan strategis.
Pendekatan futurologi dalam buku ini, kata dia, dipahami sebagai metode analisis untuk mengidentifikasi kecenderungan, peluang, serta risiko yang akan dihadapi gerakan mahasiswa ke depan.
“IMM tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu atau seremonial belaka. Gerakan harus berbasis riset, gagasan, dan keberpihakan terhadap sosial,” tandas Rendi Nanda.
Ia menandaskan, buku tersebut akan menempatkan IMM sebagai aktor perubahan yang tidak hanya reaktif terhadap isu-isu sosial, tetapi juga proaktif dalam merancang masa depan organisasi.
Menurut Rendi Nanda, IMM sebagai gerakan mahasiswa dituntut dan harus mampu mampu memproduksi gagasan autentik, membangun ekosistem intelektual, serta mengembangkan model gerakan yang relevan dengan generasi baru mahasiswa.
Peluncuran buku ini, lanjutnya, sekaligus menjadi penegasan komitmen PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta dalam membumikan nilai-nilai transformatif IMM di Kota Pelajar.
“Di tengah tantangan komersialisasi pendidikan, pragmatisme gerakan, dan polarisasi sosial, buku ini diharapkan menjadi referensi penting bagi kader, aktivis mahasiswa, hingga akademisi yang peduli terhadap masa depan gerakan mahasiswa Islam,” kata Rendi Nanda.
Launching buku tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat arah gerakan IMM yang berkemajuan, adaptif, dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional, hingga internasional.














