MAKLUMAT — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir MSi, “menantang” SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo untuk terus maju dan mampu masuk ke dalam jajaran 100 peringkat SMA terbaik di Indonesia.
Haedar menyebut, Smamda Sidoarjo merupakan salah satu sekolah kebanggaan Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur, karena telah mampu menghasilkan profil lulusan yang unggul, serta meraih gelimang prestasi.
Haedar berharap agar ke depan Smamda Sidoarjo terus konsisten dalam meraih prestasi. Namun, ia juga memberikan tantangan supaya Smamda Sidoarjo dapat masuk dalam jajaran 100 besar SMA terbaik di tanah air.
“Ini tantangan saya sebagai harga yang harus dibayar mahal oleh Pak Kepala Sekolah (Smamda Sidoarjo),” kelakarnya disambut tawa dan tepuk tangan ribuan alumni dan tamu undangan yang menghadiri acara tersebut.
“Saya datang ke sini harganya cuma satu tapi mahal. Jadikan sekolah ini menjadi excellence school yang masuk dalam 100 (terbaik) peringkat nasional,” tandas Haedar.
Pria yang juga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu mengungkapkan, dua hari terakhir PP Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen PNF) mengundang 22 sekolah untuk ke Yogyakarta, termasuk Smamda Sidoarjo.
“Hari kemarin dan hari ini di Yogyakarta diundang 22 sekolah, termasuk tadi saya dapat informasi dari Smamda Sidoarjo, saya baca juga list-nya. Untuk dikonsinyering, yang nanti ke depan 22 (sekolah) ini, entah berapa pun, syukur (kalau) semuanya, untuk bisa masuk dalam 100 (besar) peringkat nasional,” ungkapnya.
Sudah Berhasil Diterapkan di PTMA
Haedar menjelaskan, pasca Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Solo tahun 2022 lalu, ia telah menginstruksikan kepada Majelis Dikdasmen PNF untuk bagaimana memformulasikan strategi agar mampu mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah masuk dalam jajaran 100 peringkat terbaik, secara bertahap hingga mampu menjadi 10 terbaik.
“Setelah Muktamar tahun 2022 kemarin, saya minta di pleno yang lalu kepada Majelis Pendidikan Dasar, untuk memastikan ada (sekolah Muhammadiyah) yang masuk di 100 besar, nanti (kemudian) 50 besar, habis itu 25 besar, dan 10 besar,” terangnya.
Ia menyebut, kebijakan dan langkah serupa sudah berhasil diterapkan pada jenjang pendidikan tinggi, di mana kini setidaknya terdapat 23 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) berhasil menjadi perguruan tinggi yang unggul, bahkan sebagian mampu menembus peringkat dunia.
“Alhamdulillah kalau di tingkat perguruan tinggi, kita sudah ada 23 PTMA yang kategorinya unggul dan bahkan bukan hanya nasional, tetapi juga sudah masuk dalam peringkat dunia. Dan itu prosesnya juga melalui treatment yang keras,” tegas Haedar.
Luncurkan Ikhtiar Kelas Olimpiade
Merespons tantangan tersebut, Kepala Smamda Sidoarjo M Zainul Arifin meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen yang hadir dalam Gebyar Milad ke-50 Smamda Sidoarjo, termasuk mengharapkan soliditas dan dukungan para alumni.
Sebagai salah satu bentuk ikhtiar untuk mencapai target tersebut, ia mengungkapkan bahwa Smamda Sidoarjo mulai penerimaan murid baru tahun ini bakal membuka program kelas baru, yakni kelas olimpiade, yang akan melengkapi kelas program-program lain yang sudah ada sebelumnya.
Diketahui, saat ini Smamda Sidoarjo memiliki empat kelas program yang ditawarkan, yakni International Class Program, Boarding Class Program, Coding Class Program, serta Tahfidz Class Program.
“Mohon doa restu dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di tahun ini, Smamda me-launching kelas olimpiade, yang atas perintah Pak Ketum Prof Haedar Nashir menyampaikan sekolah Muhammadiyah masih sulit untuk mencapai 100 (peringkat) besar,” ungkapnya.
“(Sebab itu) Kami mengusahakan di tahun ini kita mencoba untuk me-launching, ikhtiar kami untuk membuat kelas olimpiade. Mohon doa restu insya Allah kami akan serius untuk ikhtiar kami untuk mencapai itu,” tandas Zainul.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr dr Sukadiono MM, menyatakan optimismenya bahwa Smamda Sidoarjo bakal mampu memenuhi tantangan tersebut dengan baik.
“Saya yakin SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo akan bisa mencapai prestasi dan masuk 100 besar SMA terbaik di Indonesia,” ucapnya.
Sekadar diketahui, dalam kegiatan Gebyar Milad tersebut, juga diluncurkan buku berjudul “Summer Camp in Taiwan” yang merupakan karya murid-murid International Class Program Smamda Sidoarjo pasca mengikuti kegiatan student exchange di Taiwan beberapa waktu lalu.














