MAKLUMAT – Harga bahan pokok naik pada perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas strategis, mulai dari cabai rawit merah, beras, gula pasir, hingga bawang merah.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi. Komoditas ini naik 10,3 persen dan kini dibanderol Rp83.550 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah keriting yang melonjak 14,62 persen menjadi Rp63.500 per kilogram. Sementara itu, bawang merah naik 12,18 persen menjadi Rp61.700 per kilogram dan bawang putih meningkat 8,79 persen menjadi Rp46.400 per kilogram.
Di kelompok pangan pokok, harga beras kualitas bawah I tercatat mengalami kenaikan paling signifikan, yakni 15,02 persen menjadi Rp16.850 per kilogram. Beras kualitas premium juga naik 5,98 persen menjadi Rp18.600 per kilogram.
Lonjakan serupa terjadi pada komoditas gula. Harga gula pasir premium naik 15,02 persen menjadi Rp23.350 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal meningkat 11,26 persen menjadi Rp21.250 per kilogram.
Kenaikan harga turut menyentuh komoditas protein hewani. Daging ayam naik 4,32 persen menjadi Rp38.650 per kilogram, telur ayam meningkat 5,16 persen menjadi Rp31.600 per kilogram, dan daging sapi naik tipis 0,44 persen menjadi Rp149.700 per kilogram.
Selain itu, minyak goreng curah juga mengalami kenaikan sebesar 2,91 persen menjadi Rp21.200 per kilogram.
Meski mayoritas bahan pangan mengalami kenaikan, beberapa komoditas tercatat turun. Cabai merah besar turun 7,19 persen menjadi Rp54.850 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau terkoreksi 2,93 persen menjadi Rp53.050 per kilogram.
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok ini menjadi perhatian karena berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga, terutama menjelang periode konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat pada pertengahan tahun.
Sinyal Tekanan Inflasi Pangan Masih Kuat
Kenaikan harga yang terjadi secara bersamaan pada beras, gula, cabai, bawang, telur, hingga daging ayam menunjukkan tekanan inflasi pangan masih cukup kuat. Beras dan gula menjadi komoditas yang paling perlu diwaspadai karena memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi masyarakat.
Jika tren kenaikan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, daya beli masyarakat berpotensi tergerus, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sebagian besar pengeluarannya dialokasikan untuk kebutuhan pangan. Pemerintah perlu memastikan pasokan dan distribusi pangan tetap lancar guna menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.












