​Trump Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Dunia Naik 8 Persen

harga minyak dunia naik

​MAKLUMAT – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk memerintahkan blokade total terhadap Selat Hormuz memicu guncangan hebat di pasar energi global. Hanya dalam hitungan jam, harga minyak mentah dunia naik hingga 8 persen.

​Langkah ekstrem Washington ini merupakan reaksi spontan atas kegagalan total perundingan dengan Iran di Islamabad, Pakistan. Berdasarkan data perdagangan Senin (13/4/2026) pagi, minyak mentah jenis Brent meroket ke level US$102,59 per barel. Nasib serupa menimpa WTI yang melambung ke angka US$104,51 per barel.

​Kegagalan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance di Islamabad menjadi pemantik utama. Sumber internal menyebut tim AS pulang dengan tangan kosong setelah tuntutan mereka ditolak mentah-mentah oleh Teheran.

​Merespons hal itu, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS melalui Komando Pusat (CENTCOM) untuk mencegat setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz mulai Senin (13/4/2026) malam pukul 21.00 WIB. AS menargetkan kapal-kapal yang dianggap memberikan keuntungan finansial bagi rezim Iran.

​Langkah Trump memblokade Selat Hormuz adalah perjudian tingkat tinggi dengan risiko global yang tak terukur. Selat Hormuz adalah jalur distribusi bagi hampir 20 persen konsumsi minyak dunia. Blokade ini bukan hanya menghukum Iran, tapi juga “mencekik” ekonomi negara-negara pengimpor energi di Asia dan Eropa.

Baca Juga  Efek Tarif Trump dan Tantangan Ekonomi Global: Indonesia Harus Cari Pasar Baru

​Terjadi efek domino inflasi, yakni lonjakan harga minyak hingga menembus psikologis US$100 akan memicu kenaikan biaya logistik global. Jika ketegangan bertahan lebih dari sepekan, inflasi global sulit terbendung.

​Potensi Perang Terbuka juga terjadi karena Iran bukan negara yang tinggal diam. Ancaman Angkatan Laut Iran yang sebelumnya sudah mengusir kapal perusak AS menunjukkan bahwa Laut Arab kini menjadi “kotak korek api” yang siap meledak menjadi perang terbuka.***