Hary Tanoesodibjo dan Eka Tjipta Disebut dalam Epstein Files, Nama Jokowi dan Sri Mulyani Juga Muncul

Dari kiri: Hary Tanoesoedibjo, Eka Tjipta Widjadja, Sri Mulyani Indrawati, dan Joko Widodo (Jokowi). (Foto: kolase canva/ Ubay NA)

MAKLUMAT — Sejumlah nama tokoh Indonesia muncul dalam dokumen penjahat seksual Jeffrey Epstein, yang dibuka oleh Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan penelusuran di portal DOJ, nama konglomerat sekaligus mantan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo muncul dalam dokumen tersebut. Selain itu, nama sosok pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, juga muncul dalam Epstein files.

Keterkaitan Eka Tjipta Widjaja

Nama pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, tercantum dalam dokumen Epstein terkait penjualan mansion milik Trump di Beverly Hills pada tahun 2009, yang diketahui terjual dengan harga 9,5 juta dolar AS.

Dalam dokumen disebutkan bahwa Eka berkaitan dengan sebuah entitas dari Swiss yang menjadi pembeli kediaman Trump tersebut. Entitas itu diduga merupakan perusahaan cangkang yang terkait dengan Eka Widjaja.

“Pada musim panas 2009, dia (Trump) menjual rumah tersebut seharga 9,5 juta dolar AS (800.000 dolar AS lebih rendah dari harga tahun sebelumnya) kepada entitas Swiss yang terkait dengan keluarga Eka Widjaja, seorang miliarder pengusaha keuangan Indonesia,” bunyi dokumen tersebut.

Penjualan itu disebut dilakukan secara tunai. Mantan pengacara Trump, Michael Cohen, mengajukan dokumen hukum untuk perusahaan cangkang yang terlibat dalam pembelian masnion tersebut dan ia menandatangani akta jual beli saat Trump menjual properti tersebut.

Baca Juga  Golkar Bantah Jokowi, Desakan Perppu KPK Menguat: Revisi 2019 Disebut Tanggung Jawab DPR dan Pemerintah

Keterkaitan Hary Tanoesoedibjo

Sementara itu, nama Hary Tanoesoedibjo tercantum dalam dokumen tersebut terkait kerja samanya dengan Donald Trump dalam pengembangan hotel-hotel milik Presiden AS itu di Indonesia. Hary dan Trump diketahui memang menjalin kerja sama dalam proyek Trump Residences Indonesia yang berlokasi di Bogor dan Bali, yang telah terjalin sejak tahun 2015.

Selain itu, Hary juga disebut memperkenalkan Trump kepada sosok yang disebut sebagai “orang CIA Indonesia” yang diduga merupakan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), meskipun laporan tersebut tidak menyebutkan nama pihak dimaksud.

Dokumen yang sama juga menyebut bahwa Hary membeli kediaman Trump di kawasan Beverly Hills, California, AS. Bos MNC Group itu juga dikutip mengatakan kepada Trump akan “menghancurkan Amazon” terkait kontrak militer yang dimiliki perusahaan tersebut. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai maksud pernyataan tersebut.

Jokowi hingga Sri Mulyani juga Muncul

Selain dua pengusaha besar tanah air itu, beberapa tokoh politik juga muncul dalam dokumen Epstein, seperti Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Eks Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, meskipun tidak terdapat keterkaitan atau hubungan langsung dengan Epstein.

Baca Juga  Mendikbudristek Nadiem Batalkan Kenaikan UKT Usai Dipanggil Jokowi
Nama Jokowi muncul dalam dokumen Epstein yang dibuka JOC. (tangkapan layar)
Nama Jokowi muncul dalam dokumen Epstein yang dibuka JOC. (tangkapan layar)

Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) muncul sebatas pemberitaan dalam Epstein files, kala sosok asal Solo itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan tengah running di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Serupa, nama eks Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati juga muncul sebagai pemberitaan dalam dokumen Epstein, saat ia masih menjabat sebagai Direktur Pelaksana (Managing Director) dan Chief Operating Officer (COO) Bank Dunia.

Nama Presiden kedua RI, Soeharto, juga tercantum dalam dokumen tersebut. Namun, sama dengan munculnya nama Jokowi dan Sri Mulyani, nama Soeharto hanya muncul sebagai berita terkait adanya usulan penulisan buku tentang Soeharto dari seseorang bernama Gregory Brown kepada Epstein.

Kemunculan sejumlah nama tokoh nasional tersebut dalam Epstein Files perlu digarisbawahi, bahwa tidak semua pihak yang disebut atau muncul dalam dokumen itu memiliki keterkaitan langsung dengan Jeffrey Epstein. Sejumlah nama disebut atau muncul dapat terkait konteks relasi bisnis, sebatas pada pemberitaan, maupun catatan-catatan lain yang terdokumentasi dalam berkas tersebut.

Jeffrey Epstein sendiri merupakan seorang pengusaha besar kelahiran Brooklyn, Amerika Serikat, yang divonis dalam kasus kejahatan dan perdagangan seksual anak-anak. Pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan meninggal dunia di selnya dalam aksi bunuh diri.

Baca Juga  Cek Harga Telur di Pasar Dukuh Kupang, Jokowi: Terlalu Rendah, Mungkin Pasokannya Terlalu Banyak