MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi tuan rumah kegiatan Komnas HAM Goes to Campus 2026 yang digelar di Gedung AR Fachruddin A UMY, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara perguruan tinggi dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam memperkuat pemahaman serta kesadaran mengenai hak asasi manusia di kalangan mahasiswa.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM RI Putu Elvina, serta Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY Prof Dr Zuly Qodir MAg.
Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof Ir Slamet Riyadi ST MSc PhD, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Komnas HAM RI atas kepercayaan yang diberikan kepada UMY sebagai salah satu perguruan tinggi mitra dalam program nasional tersebut.
“Atas nama pimpinan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Komnas HAM Republik Indonesia atas penyelenggaraan kegiatan ini serta kepercayaan kepada UMY sebagai salah satu perguruan tinggi mitra dalam program Komnas HAM Goes to Campus tahun 2026,” ujarnya, dikutip laman resmi UMY.
Slamet menilai isu HAM semakin relevan untuk dibahas di tengah dinamika masyarakat modern. Menurutnya, HAM tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi juga hadir dalam berbagai persoalan sosial, politik, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pemahaman mengenai HAM perlu dibangun secara komprehensif, mulai dari aspek filosofis, teoritis, hingga implementasi dalam kehidupan nyata. Ia menilai kegiatan seperti Komnas HAM Goes to Campus memiliki peran strategis dalam memperluas wawasan dan kesadaran mahasiswa.
“Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan Komnas HAM sebagai institusi negara yang bertanggung jawab dalam perlindungan dan penegakan hak asasi manusia, tetapi juga memperkuat literasi dan kesadaran kita semua dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Slamet juga menegaskan bahwa nilai-nilai HAM memiliki keterkaitan erat dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi. UMY, kata Slamet, berkomitmen menjunjung kebebasan akademik, integritas, penghormatan terhadap keberagaman, serta lingkungan belajar yang inklusif.
“Di dalam Statuta UMY terdapat komitmen terhadap kebebasan akademik. Ini merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana perguruan tinggi berupaya menegakkan nilai-nilai hak asasi manusia melalui penghormatan terhadap keberagaman dan terciptanya lingkungan belajar yang inklusif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Slamet menandaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga dan mengawal nilai-nilai HAM di masa depan. Selain dibekali kemampuan akademik, mahasiswa juga perlu mengembangkan daya kritis dan kepedulian terhadap persoalan sosial serta kebangsaan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pencerahan bagi kita semua. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman dari para narasumber, literasi mengenai hak asasi manusia semakin meningkat, sehingga mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjaga, memperjuangkan, dan mewujudkan nilai-nilai HAM di tengah masyarakat,” tandasnya.
Program Komnas HAM Goes to Campus 2026 sendiri disebut-sebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Komnas HAM dan perguruan tinggi dalam membangun budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep HAM secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan akademik, sosial, serta kehidupan berbangsa dan bernegara.













