MAKLUMAT – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengukuhkan Jamaah Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) se-Jawa Timur pada Ahad (25/1/2025) di Surabaya. Pengukuhan dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin beserta jajaran, serta Ketua PDM Surabaya Dr. M. Ridlwan, M.Pd beserta jajarannya.
Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Meneguhkan Dakwah Maritim Nelayan Muhammadiyah.” Melalui pengukuhan JALAMU Jatim, Muhammadiyah berharap terbangun pemahaman bersama dan sinergi yang lebih kuat dalam mengembangkan dakwah sekaligus pemberdayaan nelayan, khususnya di wilayah pesisir Jawa Timur.
Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengapresiasi terbentuknya JALAMU se-Jatim. Ia berharap JALAMU dapat menjadi pembela nasib nelayan di Indonesia. “Itu menjadi salah satu gambaran bahwa nelayan ini orang-orang, masyarakat yang hidupnya berjuang dengan sungguh-sungguh memanfaatkan rizki dari Allah,” ujar Busyro.
Busyro menegaskan bahwa keberpihakan Muhammadiyah tidak hanya ditujukan kepada nelayan, tetapi juga kepada kelompok-kelompok masyarakat tertindas lainnya berdasarkan kluster mata pencaharian. Ia menilai, hingga kini masih banyak masyarakat pinggiran, termasuk nelayan, yang justru terdampak buruk oleh pembangunan karena tidak dilibatkan dalam proses perencanaan.
Menurut Busyro, kelompok masyarakat pinggiran harus menjadi concern utama dalam pembangunan. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak justru memperdalam ketimpangan kelas di Indonesia.
Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin menyampaikan bahwa dakwah kepada kelompok nelayan merupakan amanah Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta tahun 2022, khususnya terkait penguatan dakwah bagi kelompok akar rumput.
“Majelis Pemberdayaan Masyarakat mendapat amanah untuk melakukan pemberdayaan, salah satunya di sektor nelayan, di samping pertanian, difabel, kelompok buruh, daerah 3T, kelompok dhuafa, dan mustadh’afin lainnya,” kata Nurul Yamin.
Pengucapan ikrar JALAMU dipimpin langsung oleh Ketua JALAMU Pusat Muhammad Prima Putra. Salah satu poin penting dalam ikrar tersebut adalah gerakan kembali melaut bagi generasi nelayan masa depan, khususnya generasi muda.













