MAKLUMAT — Lazismu Kabupaten Kediri berkolaborasi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) menggelar Workshop UMKM Naik Kelas dengan AI bertajuk “Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan”, yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kediri, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 41 pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha dan mendapat dukungan dari Rumah BUMN Blitar serta Danantara Indonesia. Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, terutama dalam mengembangkan usaha dan menghadapi perubahan pola pemasaran di era digital.
Sebagai bagian dari pilar ekonomi Lazismu, kegiatan tersebhr berfokus pada pemberdayaan dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat. Peserta mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran digital, pengembangan identitas merek, serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Ketua Badan Pengawas Lazismu Kabupaten Kediri, Rudi Nurcahyo, menyoroti peran Lazismu dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Perwakilan Rumah BUMN Blitar, Sulistiyaningsih, memperkenalkan dukungan pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM.
Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Kediri, Ikhwan Nurhadi, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung program sosial dan pemberdayaan. Anggota DPRD Kabupaten Kediri, M. Yusuf Aziz, turut memotivasi pelaku UMKM agar percaya diri dalam memperkenalkan dan memasarkan produknya.
Kegiatan dipandu oleh fundraising Lazismu Kabupaten Kediri, Achmad Nur Latif. Untuk mengenalkan pemanfaatan platform digital, peserta juga diajak melakukan aktivitas interaktif, seperti memberikan ulasan di Google Maps dan mengikuti akun media sosial Lazismu.
Materi workshop disampaikan oleh Fianda Julyantoro dan Anang Zunaedi. Fianda menjelaskan pentingnya membangun kehadiran produk di internet melalui konten yang konsisten, penggunaan copywriting, serta ulasan pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan calon konsumen.
“Produk kita harus bisa ditemukan di internet. Konsumen juga cenderung percaya pada rekomendasi dan ulasan dari orang lain. Karena itu, pelaku UMKM perlu konsisten mengunggah konten, baik berupa gambar maupun video, yang dilengkapi copywriting untuk menjelaskan produk,” jelas Fianda.
Sementara itu, Anang membahas pentingnya pemasaran dan branding dalam pengembangan usaha. Menurutnya, kualitas produk perlu didukung identitas merek yang kuat, kemasan menarik, serta strategi distribusi yang tepat, termasuk melalui reseller dan afiliator.
“Produk yang berkualitas perlu didukung strategi pemasaran dan branding yang tepat. Dengan memperkuat identitas merek, membuat kemasan yang menarik, serta memanfaatkan berbagai saluran distribusi, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” jelas Anang.
Usai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta berkesempatan menjawab pertanyaan dari pemateri dan memperoleh merchandise sebagai bentuk apresiasi.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan peserta, Monika, pemilik Rumah Potong Unggas (RPU) Fastabiqul Khairat dari Kandat, menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan penggunaan media sosial dan materi yang diberikan para pemateri.
Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dengan pembahasan yang lebih luas sesuai kebutuhan pelaku usaha, termasuk mengenai perpajakan.
“Sejak awal kegiatan, kami sudah dipandu untuk menggunakan beberapa media sosial. Para pematerinya juga keren dan berpengalaman. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut, tidak hanya berfokus pada pendampingan UMKM, tetapi juga membahas hal lain yang dibutuhkan pelaku usaha, seperti perpajakan,” ungkap Monika.
Melalui workshop ini, Lazismu Kabupaten Kediri berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.***
*) Penulis: Azizah Permatasari












