MAKLUMAT — Menteri ESDM Balil Lahadalia memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG aman menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan Menteri Bahlil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Isu ketersediaan energi menjadi perhatian utama karena konsumsi BBM dan LPG diperkirakan meningkat selama bulan puasa dan puncak arus mudik Lebaran. “Baik LPG maupun BBM, semuanya terkendali dan cukup batas minimum dari stok nasional,” kata Menteri Bahlil usai rapat.
Lonjakan kebutuhan energi biasanya terjadi pada sektor transportasi, rumah tangga, dan logistik distribusi pangan. Pemerintah tidak ingin terjadi kelangkaan yang memicu antrean atau gangguan distribusi di daerah.
Kementerian ESDM diminta memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar hingga tingkat wilayah. Pengawasan diperketat di jalur mudik dan kawasan dengan konsumsi LPG rumah tangga tinggi.
Stabilitas pasokan energi dinilai krusial untuk menjaga daya beli dan kelancaran aktivitas ekonomi selama Ramadan.
6 dari 18 Proyek Hilirisasi Sudah Dimulai
Selain isu energi, Presiden juga mengevaluasi percepatan hilirisasi industri nasional.
Dari 18 proyek prioritas yang dilaporkan, enam proyek telah memasuki tahap groundbreaking. Sisanya ditargetkan menyusul dalam waktu dekat.
Program hilirisasi diposisikan sebagai tulang punggung transformasi ekonomi. Pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah di dalam negeri, penguatan industri berbasis sumber daya alam, serta penciptaan lapangan kerja baru.
Bahlil menyebut tambahan proyek hilirisasi baru juga sedang disiapkan untuk memperkuat kemandirian industri nasional.
Langkah ini menjadi strategi menghadapi tekanan global dan fluktuasi harga komoditas.
Rapat 11 Februari 2026 menegaskan dua pesan utama pemerintah: pasokan energi aman jelang Ramadan, dan hilirisasi terus dipercepat untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.***













